Share

Deretan Kasus Pungli di Sekolah, Ada yang Minta Rp10 Juta

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Sabtu 29 Januari 2022 12:10 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 26 624 2538148 deretan-kasus-pungli-di-sekolah-ada-yang-minta-rp10-juta-UciOgBzJrq.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

JAKARTA - Pungutan liar tidak hanya terjadi di jalanan. Di sekolah yang merupakan lembaga pendidikan formal nyatanya masih ditemui kasus pungli dengan berbagai alasan. Baru-baru ini tim Satgas Saber Pungli Jawa Barat membongkar dugaan praktik pungli di SMAN 22 Bandung.

Praktik ini diduga dilakukan secara bersama-sama oleh kepala sekolah dan wakil kepala sekolah bidang humas terhadap orang tua siswa mutasi.

Kasus pungli di SMAN 22 Bandung bukan kasus pungli pertama yang terjadi di sekolah. Beberapa sekolah lain di Indonesia juga pernah terjerat kasus pungli. Dilansir dari berbagai sumber, berikut sederet kasus pungli di sekolah.

• Tangerang, Banten

SDN Jurumudi Baru yang terletak di Kecamatan Benda, Kota Tangerang viral di media sosial, pada Oktober 2021. Diduga SD tersebut melakukan pungutan liar terkait biaya perpisahan kepala sekolah. Para orang tua murid dipungut biaya sebesar Rp20 ribu. Namun, pungutan itu dinyatakan pihak sekolah bersifat tidak wajib.

Meskipun tidak wajib, ternyata pungutan tersebut membuat pro dan kontra masyarakat. Alhasil, pihak komite dan Kepala Sekolah SDN Jurumudi Baru memutuskan untuk membatalkan pungutan uang perpisahan dengan adanya surat pernyataan 'pembatalan pengumpulan dana'.

• Bekasi, Jawa Barat

SMA Negeri 8 Bekasi pernah mendapat komplain dari orang tua murid, pada Juni 2021. Pasalnya SMAN 8 Bekasi diduga melakukan pungutan liar. Pihak sekolah disebut meminta sumbangan sekitar Rp3 juta sampai Rp5 juta tanpa memberikan rincian penggunaan dana tersebut.

Akan tetapi, pihak sekolah membantah tuduhan itu. Pihak sekolah pun menegaskan, terdapat edaran surat resmi terkait permintaan sumbangan. Surat sumbangan itu diberikan kepada orangtua sebagai alat ukur sejauh mana kemampuan para siswa dalam memberikan bantuan kepada pihak sekolah.

• Medan, Sumatra Utara

Seorang guru SMA Pendidikan Jasmani dan Kesehatan di Medan, Sumatera Utara, diduga melakukan pungutan liar (pungli) kepada orang tua calon siswa. Pungutan liar dilakukan dengan dalil 'biaya administrasi' agar calon siswa diterima di sekolah yang diinginkan. Oknum tersebut meminta Rp 10 juta dengan jaminan akan meluluskan calon siswa. Kasus itu kemudian viral di media sosial, pada Juli 2021.

*Dilansir dari berbagai sumber

Pratitis Nur Kanariyati/Litbang MPI

 

 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini