Unair Siap Dampingi Penyintas Kekerasan Seksual Laporkan Pelaku

Aan haryono, Koran SI · Kamis 06 Januari 2022 14:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 06 65 2528240 unair-siap-dampingi-penyintas-kekerasan-seksual-laporkan-pelaku-3a2z18i7oo.jpg Ilustrasi penyintas pelecehan seksual (Foto: Okezone)

SURABAYA - Kekerasan seksual di lingkup kampus tengah menjadi buah bibir di masyarakat. Satu persatu kasus yang muncul membuktikan bahwa masih banyak penyintas pelecehan seksual yang enggan melaporkan kejadian tersebut.

Alasannya beragam, mulai dari tekanan oleh lingkungan sekitar, hingga ancaman dari pelaku yang memiliki kekuasaan lebih tinggi.

Melalui tim pendamping yang telah dibentuk berdasarkan Permendikbud no.30 tahun 2021, penyintas tak perlu ragu untuk melaporkan pelaku.

Pada lingkup Universitas Airlangga (Unair), penyintas dapat menghubungi Help Center UNAIR sebagai lembaga pendamping melalui instagram @help_centerunair, telepon Whatsapp di 081615507016, atau dengan mendatangi kantor administrasi Help Center UNAIR yang terletak di gedung Student Center lantai satu, kampus C Surabaya.

 Baca juga: KPAI Anak Usia SD dan SMP Paling Tinggi Jadi Korban Kekerasan Seksual

Sebelum ditunjuk sebagai lembaga pendamping, Help Center Unair sudah berpengalaman menjadi konselor bagi mahasiswa. Penyintas dapat menceritakan kejadian yang terjadi, dengan juga membawa bukti-bukti yang mendukung.

“Walaupun kejadiannya sudah lama, bukti-buktinya harap disimpan, karena akan sangat membantu untuk prosesnya,” kata Dr. Liestianingsih D. Dayanti, Ketua Help Center Unair, Rabu (5/1/2020).

Baca juga:  Dorong Percepatan Pengesahan RUU TPKS, Jokowi Utus 2 Menteri ke DPR

Setelah laporan diterima, katanya, akan ada konselor yang mendampingi penyintas dan memastikan kesehatan mental penyintas dalam kondisi yang baik. “Bila perlu, penyintas yang memiliki ketakutan atau gangguan kecemasan akan dirujuk ke psikolog, rumah shelter, ataupun tempat pelayanan medis lainnya,” jelasnya.

Tim pendamping akan memeriksa laporan, sekaligus mengumpulkan bukti-bukti yang mendukung adanya kejadian tersebut. “Sebab jangan sampai penyintas dirugikan dengan tuduhan pencemaran nama baik oleh pelaku,” jelasnya.

Help Center Unair juga memfasilitasi adanya perlindungan bagi identitas penyintas, sehingga penyintas tak perlu takut identitasnya terbongkar saat melaporkan pelaku. “Kami memakai kode etik konselor, sehingga identitas pelapor tidak akan terbongkar. Kami juga memfasilitasi yang bersangkutan, apakah keluarga ingin kami yang memberitahu? atau kalau tidak mau, ya tidak kami hubungi,” katanya.

Lies juga menyadari bermacam-macam keadaan psikologi penyintas dapat membuat mereka takut untuk speak up. "Memang kami tidak bisa mengintervensi, tapi kami berharap Help Center dapat dimanfaatkan secara optimal, mungkin melalui temannya dapat membantu melaporkan kepada kami,” ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini