Share

Mahasiswi Cantik Ini Buat Produk Shampoo Ramah Lingkungan

Wahyudi Aulia Siregar, Okezone · Selasa 04 Januari 2022 13:16 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 04 65 2527201 mahasiswi-cantik-ini-buat-produk-shampoo-ramah-lingkungan-GyX9BrOsob.jpg Mahasiswi cantik buat inovasi ramah lingkungan/ ist

JAKARTA – Inovasi  yang cukup menarik diciptakan Mahasiswi Universitas Pertamina, asal Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Rafkita Shelly. Mahasiswi cantik ini mengembangkan usaha shampoo bar dengan bahan-bahan alami dan kemasan yang ramah lingkungan.

(Baca juga: Mahasiswi Cantik Ini Bagikan Kisah Tentang Warisan untuk Anaknya Kelak)

Usaha ini telah ia rintis selama satu tahun terakhir bersama kedua rekannya sesama mahasiswa Program Studi Kimia, M. Hasbi Ar-Raihan dan Siti Nurfadhillah, yang berasal dari Pekanbaru, Riau.

Inovasi shampoo berbahan alami dan lebih ramah lingkungan ini berawal dari potensi pasar produk perawatan tubuh berbahan alami dan organik yang semakin besar.

“Jika shampoo pada umumnya berbentuk liquid dan dikemas dengan botol ataupun plastik yang sangat sulit terurai, kami memproduksi shampoo dalam bentuk produk batangan (bar). Sehingga, packagingnya juga dapat diganti dengan kertas yang jauh lebih mudah terurai,” ujar Rafkita Selasa (4/1/2022).

Selain itu, produknya juga tidak mengandung Sodium Lauryl Sulfate (SLS/SLES) maupun paraben, dan bebas dari harsh chemical lainnya. Dia menggunakan bahan-bahan alami seperti cocoa butter, jojoba oil dan essential oil, yang aman bagi tubuh dan ekosistem.

(Baca juga: Daya Tampung UPI Jalur SNMPTN, Siswa Eligible Wajib Tahu!)

Shampoo ramah lingkungan tersebut, saat ini tersedia dalam dua kemasan yakni 20 gram dan 50 gram.

“Berdasarkan testimoni beberapa konsumen, untuk produk ukuran 20 gram bisa digunakan hingga 30 kali pemakaian bagi yang berambut pendek. Sementara untuk kemasan 50 gram bisa digunakan hingga lebih dari 40 kali pemakaian. Karena produk kami sangat terkonsentrasi padat, jadi menggunakannya tidak perlu banyak-banyak,” tutur Rafkita.

Keengganan konsumen untuk memilih produk yang ramah lingkungan, lanjut Rafkita, biasanya dikarenakan produk-produk tersebut lebih mahal dibandingkan dengan produk serupa. Karenanya, Rafkita dan tim mematok harga yang dapat dijangkau oleh semua kalangan.

“Produk ini dapat dibeli mulai dengan Rp35 ribu. Kami juga menyediakan kemasan pakai ulang aluminum tin yang dapat digunakan untuk bepergian,” pungkas Rafkita.

Bisnis rintisan Rafkita, Hasbi, dan Nurfadhillah tersebut mendapat dukungan melalui program Inkubasi Bisnis. Program tahunan untuk menyaring ide bisnis dan membantu mengembangkan bisnis rintisan para mahasiswa tersebut memberikan pembekalan dan pendanaan kepada UMKM mahasiswa terpilih.

Selain dukungan finansial, para pengusaha muda tersebut juga mendapat kelas entrepreneur yang dilaksanakan secara reguler, seperti branding dan manajemen finansial. Mereka juga dapat melakukan konsultasi bisnis dengan para pakar yang telah disiapkan oleh kampus.

“Selain seleksi internal, kami juga senantiasa didorong untuk mengikuti berbagai seleksi program inkubasi bisnis di luar kampus,” ujarnya.

Diakui Rafkita dan tim, kehadiran mata kuliah Inovasi dan Kewirausahaan yang didapatkan selama perkuliahan di kelas, sangat membantu mereka dalam menyusun dan mengembangkan ide usaha. Selain membuka lapangan kerja dan kesempatan bermitra dengan para petani lokal, Rafkita dan tim juga berharap agar usaha ini menjadi jembatan baginya dan tim untuk menjadi agent of change dalam meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap penggunaan produk yang lebih ramah lingkungan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini