Share

Kemendikbudristek Berlakukan Skema Baru Program SMK Pusat Keunggulan, Ini Rinciannya

Tim Okezone, Okezone · Selasa 28 Desember 2021 20:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 28 624 2524004 kemendikbudristek-berlakukan-skema-baru-program-smk-pusat-keunggulan-ini-rinciannya-9FBY7vjJX6.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kemendikbudristek melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi menggelar Sosialisasi Pendaftaran Program SMK Pusat Keunggulan (SMK-PK) Tahun 2022.

Program yang telah berjalan sejak tahun 2020 ini, pada 2022 ini akan menghadirkan skema baru, yakni Skema Pemadanan Dukungan yang melibatkan dunia usaha dunia industri (DUDI) secara lebih intensif.

Fokus Program SMK-PK adalah membangun SMK dengan kualitas dan kinerja optimal sehingga mampu menghasilkan lulusan yang dapat diserap dan diapresiasi tinggi oleh dunia kerja sehingga dapat menjadi mercusuarbagi proses pembangunan di SMK lainnya.

Skema pemadanan SMK-PK sendiri merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kolaborasi dengan dunia kerja yang terukur nyata dalam upaya membangun SMK berkualitas dan relevan dengan arah pembangunan industri di masa mendatang.

Baca juga: Kemendikbudristek Tetapkan Vaksin Jadi Kata Terpopuler Tahun Ini

Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek, Wikan Sakarinto mengungkapkan bahwa program ini bertujuan mendorong SMK untuk bertransformasi melalui peningkatan kapasitas kepala sekolah dalam mewujudkan penyelarasan dengan dunia kerja, serta meningkatan kualitas di sekolah tersebut.

“Kunci keberhasilan penyelenggaraan pendidikan SMK yang sejalan dengan industri terletak pada manusianya, bukan peralatan atau gedung,” ujar Wikan, Selasa (28/12/2021).

Baca juga: Kemendikbudristek Minta Perguruan Tinggi Bentuk Satgas PPKS

Untuk mewujudkan hal tersebut, menurut dia, diperlukan ekosistem yang berkolaborasi erat untuk bisa mewujudkan SMK menjadi pusat keunggulan.

Wikan mengimbau agar pemerintah daerah memberikan dukungan kepada kepala SMK yang sudah dilatih untuk memimpin SMK-PK. Selain itu, pemerintah daerah bersama pemerintah pusat diharapkan dapat bekerja bersama, serta bertransformasi demi mendukung keberhasilan pelaksanaan program SMK-PK.

Kata dia, Kepala SMK tersebut nantinya akan berperan dalam meyakinkan industri untuk dapat berkolaborasi dengan sekolah yang dipimpinnya sehingga mereka perlu memiliki growth mindset dan kemampuan memimpin sekolah sebagai bisnis.

Ia menjelaskan, teori transformasi perubahan itu akan didorong oleh kepemimpinan kepala SMK-PK.

“Kita akan menawarkan kepada industri SMK-SMK yang pola kepemimpinan kepalanya sudah kita kembangkan, kapasitas guru-gurunya, serta rekam jejak link and match dengan industri sudah berjalan lancar,” ujar Wikan.

Baca juga: Kemendikbudristek Pastikan Hak Mahasiswa yang Ikuti MBKM Terpenuhi

Dalam skema pemadanan dukungan, industri juga bisa melakukan intervensi lanjutan. Intervensi yang bisa mereka lakukan adalah melalui upskilling/reskilling guru kejuruan, penyelarasan kurikulum, pembelajaran berbasis proyek, praktik kerja lapangan, bantuan sarana/prasarana untuk pengembangan teaching factory, serta kreasi produk/hilirisasi produk.

Pendidikan vokasi sudah semestinya menjadi salah satu indikator penguat ekosistem industri.

Baca juga: Kemendikbudristek Sosialisasikan Kurikulum Prototipe, Solusi Kejar Ketinggalan Belajar saat Pandemi

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini