Meneliti kanker hati dan kantong empedu
Raisa menjelaskan, institut tempat dia meneliti sekarang lebih menekankan pada kanker hati dan kantong empedu. Itu juga bisa dibilang tepat bagi peneliti dari Indonesia. Karena jumlah penderita kanker hati di Indonesia cukup banyak. Dibanding jenis kanker lainnya di seluruh dunia, kanker hati adalah kanker penyebab kematian yang menduduki tempat ke empat.
Di negara-negara tropis seperti Indonesia, kasus kanker hati banyak ditemukan berkorelasi dengan kasus penyakit hepatitis. Selain itu, juga kerap berkaitan dengan sejenis cacing yang menyerang hati. Contohnya, jika orang memakan ikan yang tidak matang. Begitu dijelaskan Raisa.
Dibanding jenis kanker lainnya, kanker kantong empedu sebetulnya termasuk jarang ditemukan. Tapi kanker ini kerap baru terdeteksi jika sudah terlambat. Jenis kanker ini dan kanker hati punya kemiripan besar, selain itu organ yang diserang letaknya juga berdekatan di dalam tubuh. Namun demikian, kembali lagi, gen atau protein yang rusak dan menyulut kanker itu bisa berbeda. Sehingga terapi bagi pasien juga bisa berbeda.
Faktor lain yang tentu juga harus diperhitungkan dalam terapi adalah kondisi pasien. Di samping itu, etnis seseorang bisa ikut memainkan peran dalam karakteristik kanker yang diderita, walaupun perkembangannya kemungkinan sama bagi semua etnis. Oleh karena itu, dalam penelitian, etnis seseorang juga disebutkan, mengingat terapi yang diperlukan kemungkinan bisa berbeda.
Tapi Raisa menjelaskan juga, sebagai peneliti kanker, tugasnya adalah bekerja di laboratorium. Jadi berbeda dengan dokter yang menangani pasien secara langsung dan memutuskan perawatan seperti apa yang harus diberikan kepada pasien.