Kisah Dosen Muda Sukses Jadi Entrepreneur, Jual Oleh-Oleh Makassar hingga Tembus Mancanegara

Muhammad Nur Bone, · Rabu 01 Desember 2021 11:48 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 01 65 2510119 kisah-dosen-muda-sukses-jadi-entreprenuer-jual-oleh-oleh-makassar-hingga-tembus-mancanegara-t2Oe70bHny.jpg Dosen muda Unhas Fakhruddin sukses jualan oleh-oleh khas Makassar hingga tembus pasar mancanegara. (iNews/Muhammad Nur Bone)

MAKASSAR - Hiruk-piruk di sebuah gang sempit di Jalan Politeknik Universitas Hasanuddin, Kota Makassar. Sangat terasa bisingnya kendaraan motor yang lalu lalang dan riuhnya suara anak kecil berlarian sudah dianggap biasa oleh Fakhruddin Mansyur.

Justru suasana itu memang yang diinginkan olehnya sebagai seorang pengusaha kaus khas Makassar di gang tersebut. Baginya, lokasi itu mendatangkan manfaat untuk usahanya itu.

Tokonya itu tak seluas seperti yang dikira. Namun, dekorasi di dalam tokonya itu sangat kental dengan suasana khas Sulawesi Selatan.

Ia memulai usahanya berawal dengan menyablon kaus ciri khas Kota Makassar, yang dirintis sejak 11 Mei 2012. Kini ia menjual aneka macam baju kaus, tas, suvenir, hingga cemilan khas Makassar.

Sasaran penjualannya pun umum, baik untuk kalangan siswa, mahasiswa, pejabat, maupun wisatawan yang berasal dari luar Sulsel hingga luar negeri.

Bahkan tak tanggung-tanggung, pembeli barang dagangannya itu sudah sampai ke luar negeri. Terbukti, kata Fakhruddin pernah ada salah satu wisatawan luar negeri yang berbelanja di tokonya dan membeli baju kaos kareba miliknya.

Itu juga berkat pameran-pameran nasional yang kerap ia ikuti sehingga barang dagangannya lebih mudah dilirik wisatawan luar.

“Alhamdulillah usaha kami ini sudah sembilan tahun. yang datang beli adalah wisatawan lokal di Sulsel. Bahkan sudah pernah ada yang dari luar negeri. Itu yang kami abadikan di dokumentasi kami bahwa kaos kareba sudah dilirik orang luar negeri,” katanya.

Saat ini, lanjut dosen mata kuliah kewirausahaan Unismuh Makassar ini telah mempekerjakan 7 karyawan. Yang menarik, selain bekerja di tokonya, Fakhruddin juga memberikan kesempatan waktu kepada karyawannya yang ingin kuliah sambil bekerja.

Baca Juga : 15 Wisata Alam di Sulawesi Selatan, Permata Tersembunyi yang Pesonanya Sungguh Menakjubkan

Baginya, pendidikan adalah yang utama. Itulah sebabnya fakhruddin tidak melarang satu pun karyawannya untuk menikmati pendidikan tanpa terikat oleh waktu pekerjaan yang sangat ketat.

Diketahui, ayah satu anak ini juga disibukkan dengan rutinitasnya sebagai dosen di jurusan hukum ekonomi syariah Unismuh Makassar, tentu waktu mengajar dan berjualan harus seimbang.

Namun berkat kegigihan dan kepandaiannya, Fakhruddin mampu mengatur itu. Apalagi saat ini sistem perkuliahan masih ada yang menerapkan pembelajaran online. sehingga pembelajaran online tidak terlalu mengganggu aktivitasnya sebagai pengusaha.

“Memang sudah dijadwalkan untuk pembagian waktu mengajar dan berjualan. Kami dapat amanah 10 kelas. Kalau sudah ada niat, insya allah terlaksana. Apalagi saat ini masih ada pandemi jadi ada online dan offline. Jadi kami usahakan bisa berbagai waktu,” tuturnya.

Fakhruddin juga tidak ingin ilmunya hanya dinikmati oleh keluarganya saja. Namun, ia juga kerap memberikan motivasi dan strategi kepada mahasiswanya untuk membangun usaha sendiri.

Baginya, tak perlu usaha itu besar. Namun yang terpenting adalah niat untuk menjadi pengusaha muda dan membantu pemerintah meningkatkan ekonomi kreatif di Indonesia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini