Share

Januari 2022, Sekolah di Bandung Bisa 100% Gelar PTMT

Arif Budianto, Koran SI · Rabu 01 Desember 2021 16:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 01 624 2510225 januari-2022-sekolah-di-bandung-bisa-100-gelar-ptmt-arYZP8liEb.jpg Illustrasi (foto: dok Okezone)

BANDUNG - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung memperkirakan sekitar 300 sekolah di Kota Bandung bisa menggelar pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) hingga 100% siswa dalam setiap kelasnya pada Januari 2022. Hal itu seiring akan selesainya tahapan PTMT ratusan sekolah tersebut hingga Desember tahun ini.

"Kalau melihat panduan tentang PTMT, mestinya 300 sekolah yang sudah melalui tiga tahapan akan naik ke level selanjutnya yaitu diperkenankan siswa hingga 100 persen," kata Kasi Kurikulum Pengembangan Pendidikan SD Dinas Pendidikan Kota Bandung Jajang Hermawan pada acara Bandung Menjawab di Taman Dewi Sartika, Kota Bandung, Selasa (30/11/2021).

Baca juga:  8 Siswa dan Guru Positif Covid-19, PTM Diberhentikan Selama 14 Hari

Saat ini, ratusan sekolah tersebut sedang menerapkan PTMT dengan kapasitas siswa sebanyak 50% dengan durasi belajar selama dua jam. Jika hingga akhir tahun, 300 sekolah tersebut tidak melakukan pelanggaran protokol kesehatan, mestinya mereka naik level menjadi 75 atau 100% siswa dalam satu rombongan belajar.

"Di Januari, jika prokes bagus, 300 siswa levelnya akan naik menjadi 75 atau 100 persen siswa. Tapi tetap, pada pelaksanaanya nanti kami harus menunggu kebijakan pemerintah pusat," beber dia.

Baca juga:  61 Pelajar di Kulon Progo Positif Covid-19, Satgas Setop PTM di 12 Sekolah

Tak hanya itu, sebanyak 1 1.677 sekolah juga akan naik level menjadi tahap 3, di mana mereka boleh menggelar PTMT dengan kapasitas siswa hingga 50%. Naik dari sebelumnya hanya 25% setiap rombongan belajar.

Dia meminta, masyarakat terus membantu pemerintah agar konsisten menjaga anak anaknya mematuhi protokol kesehatan. Berangkat dan pulang sekolah sesuai jadwal, tidak bergerombol, mengenakan masker, dan lainnya.

"Kami minta masyarakat ikut membantu kami, agar jaga prokes. Mari kerja sama semua pihak sehingga nanti proses belajar bisa semakin banyak secara jumlah dan durasinya. Sehingga program mencerdaskan anak bangsa bisa maksimal dan sekolah kembali normal," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini