Share

4 Kisah Gigih Perjuangan Masuk Kampus Negeri Walau Gagal Berkali-kali

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Senin 29 November 2021 08:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 26 65 2507706 4-kisah-gigih-perjuangan-masuk-kampus-negeri-walau-gagal-berkali-kali-Q28tjJdh8e.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

JAKARTA - Dapat masuk Peguruan Tinggi Negeri (PTN) menjadi impian para calon mahasiswa. Banyak usaha yang harus dilakukan. Namun kegagalan juga sering dialami para calon mahasiswa ini.

Mereka berkali-kali melakukan serangkaian tes untuk bisa diterima PTN idaman. Berikut kisah sukses masuk kampus negeri setelah gagal berkali-kali.

 

Baca juga: Ilmuwan Dunia yang Pernah Menjadi Guru, Dua Orang dari Indonesia


Baca juga: Abah Landoeng, Sosok di Balik Lagu Guru Oemar Bakrie

Nisa Laili Nursya'baana

Nisa Laili Nursya'baana atau yang akrab dipanggil Nisa telah berkali-kali gagal lolos Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Awalnya dia ingin kuliah di jurusan psikologi Universitas Brawijaya, Malang.

Namun ketika seleksi tahap universitas, dia gagal. Gagal masuk Universitas Brawijaya membuatnya kecewa serta patah semangat. Kemudian dia mencoba Universitas Islam Negeri Malang, lagi-lagi dia belum beruntung.

Nisa mengaku telah berkali-kali gagal lolos ujian masuk perguruan tinggi negeri. Tak patah semangat, dia pun mencoba peruntungan dengan mendaftar di jurusan desain grafis Universitas Negeri Surabaya. Ternyata perjuangannya membuahkan hasil. Nisa diterima di jurusan desain Universitas Negeri Surabaya pada 2019.

Robertha Febriana Putri

Robertha Febriana Putri telah mengikuti seleksi mandiri di berbagai PTN di Indonesia. Usai gagal SBMPTN 2020, dia mencoba mendaftar di Universitas Sebelas Maret jurusan farmasi (D3). Namun dia gagal lolos seleksi.

Kemudian dia mencoba daftar di Universitas Negeri Yogyakarta. Hasilnya juga tak sesuai harapannya. Tetap bangkit dan semangat, dia kembali mendaftar di Universitas Negeri Surabaya jurusan pendidikan kimia (S1).

Dalam unggahannya di akun TikTok, Robertha berhasil lolos seleksi mandiri Universitas Negeri Surabaya 2020. Dalam caption yang ditulis, dia menyebutkan bahwa telah mengalami kegagalan sebanyak 7 kali sebelum diterima di Unesa.

Anissa Luthfita Yuliana Dewi

Anissa Luthfita Yuliana Dewi merupakan mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia angkatan 2020. Sebelum masuk UI, dia berkali-kali gagal tes masuk PTN, mulai dari SNMPTN, SBMPTN, hingga tes mandiri.

Ketika itu, tak ada satu PTN yang menerimanya. Anissa pun terus berusaha agar bisa lolos di PTN yang diimpikan. Gagal berkali-kali tak membuatnya putus asa. Harapannya masuk ke perguruan tinggi negeri akhirnya terwujud dengan diterimanya dia di Universitas Indonesia.

Universitas Indonesia bukan menjadi satu-satunya pilihan. Dia telah mendaftar ke berbagai perguruan tinggi negeri. Menurutnya, usaha tidak mengkhianati hasil.

Dwi Ichsan

Dwi Ichsan sempat mengalami kegagalan SBMPTN sebanyak 2 kali. Namun, akhirnya dia bisa diterima di Universitas Gadjah Mada jurusan perencanaan wilayah dan kota. Semasa SMA, dia mengatakan bahwa dirinya bukan anak yang pintar.

Hal ini yang membuat merasa tidak cukup kuat untuk bersaing di SNMPTN, SBMPTN, hingga tes mandiri. Keinginannya untuk masuk PTN dengan harapan mengubah nasib keluarga masih kuat. Dia pun memutuskan untuk bekerja sambil mengikuti bimbingan belajar.

Karena harus membagi waktu antara belajar dan bekerja serta persiapan yang kurang maksimal, dia kembali tidak lolos SBMPTN untuk kedua kalinya. Dengan mengikuti bimbingan belajar selama setahun, dia pun percaya diri untuk mengikuti SBMPTN yang ketiga kali. Akhirnya Dwi diterima di UGM.

Diolah dari berbagai sumber

Tika Vidya Utami

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini