Kemendikbud Ristek: Pers Memiliki Kaitan Erat dengan Sumpah Pemuda

Mohammad Adrianto S, Okezone · Jum'at 22 Oktober 2021 15:53 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 22 65 2490191 kemendikbud-ristek-pers-memiliki-kaitan-erat-dengan-sumpah-pemuda-7MRJetDq9b.jpeg Kemendikbud Ristek: Pers Memiliki Kaitan Erat dengan Sumpah Pemuda/ ist

JAKARTA - Museum Sumpah Pemuda, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) menyelenggarakan Pameran Tokoh Pers di Balik Sumpah Pemuda dengan tema “Lawan!” di M Bloc Space, Jakarta Selatan.

(Baca juga: Kemendikburistek Disarankan Bentuk Pusat Komando Pembelajaran Selama Pandemi)

Pameran yang berlangsung mulai dari tanggal 22 Oktober hingga 30 Oktober ini diadakan dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-93.

Dalam pameran ini, Direktur Perfilman, Musik, dan Media, Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) , Ahmad Mahendra mengungkapkan bahwa pers memiliki kaitan erat dengan peristiwa Sumpah Pemuda.

(Baca juga: Peringatan Sumpah Pemuda Jadi Momentum Bersatu Melawan Covid-19)

“Berbicara tentang Sumpah Pemuda, harus kita sadari bahwa fondasi kebangsaan Indonesia dibangun oleh tradisi pers para pemuda Indonesia di awal abad 20. Pers saat itu adalah alat perlawanan terhadap kolonialisme, sekaligus menyatukan kolektivitas Tanah Air dalam kesadaran berbangsa”, ungkapnya.

Ahmad Mahendra juga menambahkan, para pemuda dengan patriotismenya di era pergerakan nasional sebagian besar adalah para jurnalis, seperti Tjipto, Soekarno, Siti Sundari, W.R. Supratman, dan sebagainya.

Mereka bergerak bersama melawan penjajah, mengabarkan semangat persatuan Indonesia, dan juga menyadarkan masyarakat bahwa mereka mempunyai sebuah bangsa bernama Indonesia yang layak untuk diperjuangkan dan dimerdekakan.

“Sangatlah tepat Museum Sumpah Pemuda mengadakan Pameran Tokoh Pers di Balik Sumpah Pemuda yang mengusung tema “Lawan!”. Kita bisa belajar dari pengalaman sebagai sebuah bangsa, betapa pentingnya merawat semangat persatuan dan kebhinekaan kita dalam simpul kebangsaan,” ucap Ahmad Mahendra.

Selain itu, Ahmad Mahendra berpesan bahwa dengan semangat itu, kita bisa bangkit dan bergerak bersama agar Indonesia tetap tumbuh sebagai negara yang merdeka dan berdaulat. “Jika dahulu kita bersatu melawan kolonialisme, sekarang kita bergotong royong, menyongsong tantangan demi tantangan Indonesia di era global,” pesannya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini