Bermodal Kegemaran Memasak, Mahasiswi Oseanografi ITB Raih Juara Asean Energy Youth Award

Neneng Zubaidah, MNC Portal · Kamis 07 Oktober 2021 14:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 07 65 2482711 bermodal-kegemaran-memasak-mahasiswi-oseanografi-itb-raih-juara-asean-energy-youth-award-conHEjj1iZ.png Foto: ITB.

JAKARTA - Bermodal ide yang didapat selama pandemi, Naffisa Adyan Fekranie mencoba keberuntungan mengikuti Asean Energy Youth Award 2021 (AEYA 2021) kategori poster. Hebatnya, mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) itu  berhasil meraih First Runner Up Kategori Poster/Infographic AEYA 2021 pada kategori tersebut.

Mahasiswi Oseanografi 2019 ini juga pernah menjadi Asean Youth Organization Ambassador 2021 sehingga semakin memantapkan niatnya untuk berajang di kompetisi tingkat ASEAN.

BACA JUGA: Tingkatkan Atmosfer Akademik, ITB Mulai Perkuliahan Tatap Muka

AEYA 2021 adalah acara tahunan yang diselenggarakan oleh Asean Center Energy bekerja sama dengan Southeast Asian Ministers of Education Organisation (SEAMEO) serta didukung oleh Korean Ministry of Trade, Industry, and Energy and Korea Energy Agency.

Kompetisi ini pertama kali diadakan pada 2020 dan di tahun ini AEYA sudah menginjak tahun ke-2 penyelenggaraannya. Terdapat tiga kategori dalam perlombaan ini di antaranya essai, video, dan poster/infographic.

Pada 2021, AEYA mengangkat tema “Innovation and Creativity Towards Sustainable and Resilient Energy System in ASEAN”. Menyikapi hal ini, Naffisa sontak terpikirkan ide tentang minyak jelantah yang sering terbuang sia-sia padahal dapat mendatangkan manfaat yang besar.

BACA JUGA: Andi Safa, Remaja 16 Tahun Gemar Berhitung Diterima Jurusan Matematika ITB

Menurut risetnya, dalam komunitas skala kecil di Indonesia (±1500 rumah) dapat menghasilkan 520 kg minyak jelantah tiap harinya. Oleh karena itu, Naffisa mengusung ide “Uttilizing Eggshell Waste in Advancing Continues Biodiesel Production for Small Communities in ASEAN”. Atau singkatnya, penggunaan kembali minyak jelantah dengan cangkang telur sebagai katalisnya untuk komunitas kecil di ASEAN guna memajukkan produksi biodiesel berkelanjutan.

“Memang hal ini dapat tergolong sesuatu yang rumit, tetapi jika sudah mulai diterapkan di komunitas kecil harapannya bisa berdampak luas dan bisa dilakukan dalam skala regional bahkan nasional,” ujar Naffisa melansir laman resmi ITB di itb.ac.id, Rabu (6/10/2021).

Berawal dari kegemarannya dalam memasak saat pandemi, di mana minyak goreng yang ia gunakan akan dibuang setelah 2-3 kali memasak. Hal ini tentunya sering dilakukan oleh kebanyakan orang terutama di lingkungan sekitarnya.

Naffisa menganggapnya sebagai sesuatu yang salah dan harus segera dihentikan karena dengan tindakan kecil seperti membuang minyak goreng pasti akan berdampak besar seperti polusi tanah. Dengan ide sederhana tapi berdampak inilah yang mampu mengantarkan Naffisa menjadi First Runner Up Kategori Poster/Infographic AEYA 2021.

“Kalau ada ide sebaiknya tulis dan jika ada kesempatan tuangkan dalam lomba. Karena semua orang punya kesempatan buat menang tinggal yang bedain hanya niat dan usahanya buat cari info,” ucap Naffisa sebagai kalimat motivasinya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini