Tingkatkan Atmosfer Akademik, ITB Mulai Perkuliahan Tatap Muka

Neneng Zubaidah (Koran Sindo), Koran SI · Selasa 28 September 2021 11:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 28 65 2477950 tingkatkan-atmosfer-akademik-itb-mulai-perkuliahan-tatap-muka-riA6JqyNE3.jpg ITB mulai selenggarakan perkuliahan tatap muka (Foto: Tangkapan layar)

JAKARTA - Institut Teknologi Bandung (ITB) mulai menerapkan transisi perkuliahan dari daring menuju tatap muka (hybrid). Bertempat di kampus ITB Jalan Ganesha, No 10, Bandung, Senin (27/9)  Mahasiswa disambut kembali ke kampus dalam rangka transisi perkuliahan tatap muka (PTM).

 

Acara penyambutan tersebut dihadiri oleh Rektor ITB Prof. Reini Wirahadikusumah, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Prof. Dr. Ir. Jaka Sembiring dan Sekretaris Institut Prof. Dr.-Ing. Ir. Widjaja Martokusumo, para Dekan, Pimpinan, dan sebagian mahasiswa.

Menurut Prof. Jaka, PTM diselenggarakan untuk meningkatkan atmosfer akademik. Namun dalam pelaksanaannya, keselamatan bagi seluruh sivitas akademika menjadi hal yang utama. “Kegiatan PTM ini bukan bersifat euforia melainkan telah diukur untuk meningkatkan dan membangun kembali atmosfer akademik,” ujarnya dilansir dari laman resmi ITB di itb.ac.id, Senin (27/9/2021).

 (Baca juga: Akhir September, ITB Mulai Uji Coba Perkuliahan Tatap Muka)

Dia menjelaskan, bahwa selama kurang lebih 18 bulan menjalankan perkuliahan secara daring disebabkan pandemi, tentu terdapat pengaruhnya bagi capaian pembelajaran (learning outcomes). Namun, dijelaskan Prof. Jaka, PTM belum bisa diselenggarakan secara sekaligus. Oleh karena itu untuk semester ini, ITB memprioritaskan untuk kegiatan praktikum, workshop, kuliah lapangan, atau kegiatan-kegiatan yang experiential learning.

Prioritas kedua adalah mahasiswa yang akan melaksanakan sidang. Untuk mencari referensi, ITB telah membuka perpustakaan yang dibatasi dengan kapasitas 25 persen. “Kami mendorong semua sivitas akademika untuk menjadi duta prokes sehingga disiplin dalam pelaksanaan PTM dapat menjadi contoh bagi warga di sekitar,” ujarnya.

 (Baca juga: ITB Buka Kemungkinan Gelar PTM Hybrid dalam Waktu Dekat)

Rektor ITB mengatakan, ITB sangat serius ingin menyelenggarakan perkuliahan tatap muka. Untuk itu, kegiatan PTM telah dipersiapkan dengan baik dengan cara mengikuti setiap peraturan baru yang dikeluarkan oleh pemerintah. Tim Satgas Covid-19 ITB terus menjalin koordinasi di internal dan dengan pihak eksternal.

Kendati dalam masa pandemi, tri dharma perguruan tetap dijalankan. “18 bulan tidak belajar di kampus. Selama waktu itu, kegiatan seperti pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat telah dilakukan. Learning outcomes secara umum memadai,” lanjutnya.

Meski begitu, imbuhnya, ITB tetap waspada terhadap penyebaran pandemi. Dalam pelaksanaan PTM, ITB akan senantiasa mengevaluasi kalau terdapat hambatan.

Bagi mahasiswa yang akan masuk kampus, ITB mewajibkan sudah divaksin minimal satu kali. Berdasarkan hasil survei, sekitar 70 % mahasiswa sudah divaksin. Namun bagi yang belum, ITB mengingatkan untuk segera vaksin karena hal tersebut merupakan kewajiban pribadi setiap mahasiswa.

“Banyak program vaksinasi di luar, namun bisa dibantu oleh ITB untuk menyalurkan vaksinasi. Mulai hari ini kita membiasakan kebiasaan baru, Lindungi ITB, kita peduli, kita lindungi civitas ITB membiasakan kebiasaan baru,” jelasnya.

Dengan dilaksanakan PTM masa transisi ini, disambut baik oleh mahasiswa, salah satunya Ilham Subandoro, mahasiswa SBM, Program Studi Manajemen, semester 7, angkatan 2019.

Dia mengatakan, “Pandemi justru kesempatan bukan hambatan. Perasaannya bisa kembali ke kampus ITB, sangat senang dan bangga bisa ketemu dosen dan mendapatkan fasilitas secara offline, ini bisa dimanfaatkan dan dimaksimalkan segala potensi dan kemampuan di kampus ini,” ungkapnya.neneng zubaidah

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini