Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

5 Cerita Inspiratif Guru Honorer, Tidak Patah Arang Walau Digaji Rp3.000!

Tim Litbang MPI , Jurnalis-Sabtu, 09 Oktober 2021 |12:42 WIB
5 Cerita Inspiratif Guru Honorer, Tidak Patah Arang Walau Digaji Rp3.000!
Guru honorer. (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA – Guru honorer masih menjadi sorotan sekarang ini. Walau begitu, mereka yang menjadi guru honorer ternyata tetap bertahan dan menjadi inspirasi.

Melansir dari berbagai sumber, berikut ini adalah cerita-cerita inspiratif guru honorer.

1. Guru Honorer di Purworejo

Guru di Purworejo yang berinisial YBN ini memperoleh gaji sebesar Rp200 ribu setiap bulannya. Hal ini menyebabkan YBN harus berusaha keras untuk dapat bertahan hidup dengan gajinya yang sangat minim.

Kisah pilunya dibagikan melalui platform sosial media Twitter Meski bergaji kecil, hal tersebut tidak menyurutkan keinginannya untuk terus mengajar. Kisahnya ini didengar oleh pemerintah setempat, hingga Bupati Purworejo memberikan apresiasi atas dedikasinya.


Baca juga: Guru SD Manado Ini Jadi Wasit Bulutangkis Perempuan Satu-Satunya di PON XX Papua


Baca juga: Ini Perbedaan SNMPTN dan SBMPTN, Yuk Disimak!

2. Guru Honorer di Lampung Timur

Untuk menambah penghasilannya, M (23) yang merupakan guru honorer di Lampung Timur bekerja sebagai influencer di aplikasi pembuat video pendek “Likee”. Profesi guru honorer yang ditekuninya ini diganjar upah sebesar Rp250 ribu per bulannya.

Upah ini juga dibayar secara kolektif setiap tiga bulan sekali. Meskipun demikian, Ia tetap senang dalam memberikan pengajaran dan pendidikan kepada anak didiknya.. Untuk tetap bisa memenuhi kebutuhan orang tua, M rajin membuat konten video pendek. Dari kontennya ini, M bisa memperoleh penghasilan tambahan.

3. Guru Honorer di Sukabumi

Almarhum SS merupakan guru yang dikenang di SMPN 4 Cibitung akibat aksi kemanusiaan yang dilakukannya dengan ikhlas. SS berinisiatif melakukan pengajaran di masa pandemi ini agar siswa lebih focus untuk melakukan pembelajaran tatap muka.

Pengajaran ini dilakukan di atas perahu yang terparkir di bantaran sungai Cikaso. SS tetap semangat mengajar meskipun saat itu sedang mengandung anak pertamanya, SS meninggal bulan Juli 2021 lalu setelah melahirkan anak pertamanya.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement