Gagas Listrik dari Sampah, Mahasiswa IPB University Juara Kompetisi Mahasiswa Nasional

Neneng Zubaidah (Koran Sindo), Koran SI · Kamis 23 September 2021 15:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 23 65 2475648 gagas-listrik-dari-sampah-mahasiswa-ipb-university-juara-kompetisi-mahasiswa-nasional-sYPiJHIKTZ.jpg Tim mahasiswa IPB University juara KBMK 2021 (Foto: Dokumen IPB University)

JAKARTA - Tiga mahasiswa IPB University memperoleh Juara 1 Kategori Manajemen Operasional dalam Kompetisi Mahasiswa Nasional Bidang Ilmu Bisnis Manajemen dan Keuangan (KBMK) 2021. Mereka mengagas Trust in Trash yakni pengelolaan sampah hingga menjadi listrik.

Mereka tergabung dalam Tim Kujang yang terdiri dari Syalma Nabila Kamal (Departemen Agribisnis-Fakultas Ekonomi dan Manajemen), Fahmi Ramadhan (Departemen Teknik Mesin dan Biosistem-Fakultas Teknologi Pertanian) dan Tiara Azzahra (Departemen Manajemen -Fakultas Ekonomi dan Manajemen).

KBMK sendiri merupakan kompetisi yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek). Kompetisi dilaksanakan secara rutin setiap tahun dan pada tahun ini diselenggarakan sejak 19 April hingga 16 September 2021.

 (Baca juga: Inovasi Alat Deteksi Ayam Halal dan Tiren, Tim Mahasiswa IPB University Raih Emas di Jepang)

Dalam lomba ini, Tim Kujang menggagas solusi inovatif bagi permasalahan manajemen operasional PLTSA Sumur Batu di Bekasi yang diberi nama Trust in Trash.

Trust in Trash merupakan program terintegrasi yang terdiri atas tiga program utama yakni trust in collaboration, aplikasi trust in trash, dan program trust in society.

“Trust in Trash adalah gagasan pengelolaan sampah hingga menjadi listrik. Langkah pertama adalah memilah sampah menjadi dua kelompok, sampah kering dan sampah basah. Sampah yang telah dipilah kemudian dimasukkan ke dalam vending machine bank sampah,” papar Syalma melalui siaran pers, Rabu (22/9/2021).

 (Baca juga: Teliti Radang Empedu di Anjing, Mahasiswa IPB Ini Jadi Lulusan Terbaik)

Sampah yang telah dimasukkan ke dalam vending machine, lanjutnya, akan dipisahkan menggunakan sensor kelembaban dan instrumen pengukuran. Sensor ini yang akan memilah sampah menjadi dua kategori yaitu sampah basah dan sampah kering.

Mesin akan mengkategorikan sampah sebagai sampah basah jika kadar air yang terkandung di dalam sampah lebih dari 60 %. Menurut Fahmi, jika vending machine sudah penuh, sistem akan memberikan informasi kepada pihak PLTSa melalui aplikasi untuk mengangkut jenis sampah yang penuh menuju PLTSa.

Truk sampah akan mengangkut sebanyak 2,5 ton sampah dari mesin sesuai dengan kapasitas angkut truk sampah. Sebelum memasuki PLTSa, tambahnya, sampah akan dipindai dan ditimbang untuk memastikan kesesuaian jumlah sampah yang masuk.

Truk yang membawa sampah kering akan memasukkan sampah ke sistem gasifikasi untuk langsung dibakar. Sedangkan sampah yang basah akan diolah terlebih dahulu untuk mengurangi jumlah airnya.

“Selain mengolah sampah dengan proses gasifikasi, PLTSa juga mengolah gas metan hasil timbunan sampah untuk dijadikan listrik. Air lindi yang dihasilkan dari penimbunan sampah akan diolah terlebih dahulu agar tidak mencemari tanah, air tanah, air sungai, lahan pertanian, dan udara di sekitar fasilitas Trust In Trash,” kata Tiara melengkapi.

Dari gagasannya yang cemerlang tersebut, Tim Kujang tak hanya mendapat juara akan tetapi juga dianugerahi penghargaan khusus pada kemampuan analisis teknologi dan bisnis yang tahan dan berimbang.

Kesuksesan tersebut tentu tidak lepas dari usaha Dr Feryanto, dosen IPB University dalam mendampingi selama mengikuti kompetisi. Selain itu, Tim Kujang juga mendapat bimbingan dari dosen-dosen lain yang memiliki kepakaran dalam bidang ilmu manajemen operasi seperti Dr Eko Ruddy Cahyadi, Nisa Zahra, serta Ani Nur Aisyah.

Dosen pendamping dan pembina memiliki peran yang sangat penting dalam memberi saran, pandangan, serta arahan.

“Ide yang digagas oleh Tim Kujang (Syalma, Fahmi dan Tiara) untuk menyumbangkan ide kreatif agar pengelolaan sampah sebagai sumber energi bersih dan terjangkau bisa diwujudkan untuk mendukung percepatan pencapaian tujuan Sustainable Development Goals (SDGs),” ujar Dr Feryanto sebagai dosen pendamping dan juga dosen di Departemen Agribisnis- Fakultas Ekonomi dan Manajemen.neneng zubaidah

Caption: Tim mahasiswa IPB University juara KBMK 2021. Foto/Dok/IPB University

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini