5 Tips Mengenal Minat untuk Tentukan Jalan Karier

Neneng Zubaidah (Koran Sindo), Koran SI · Kamis 23 September 2021 14:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 23 65 2475644 5-tips-mengenal-minat-untuk-tentukan-jalan-karir-GzxyxVrhzm.jpg Ilustrasi lulus kuliah (Foto: Dokumen Okezone)

JAKARTA - Mahasiswa perlu mengetahui mengenal minat, bakat atau 'passion' sejak dini . Hal ini sangat penting karena diiperlukan untuk mempermudah dalam menentukan jalan karir ketika sudah lulus dari perguruan tinggi nanti.

Dikutip dari instagram resmi Direktorat Dikti Vokasi dan Profesi di @diktivokasi, Rabu (22/9/2021), tidak sedikit mahasiswa yang ketika baru memulai perkuliahan merasa sulit mencari minat, bakat atau passion yang dimiliki.

Bahkan banyak dari mahasiswa yang merasa salah ambil jurusan perkuliahan karena tidak kunjung menemukan passion yang sesuai dan berujung pindah ke jurusan lain.

 (Baca juga: Pesan Rektor Universitas Jakarta untuk Mahasiswa Baru: Harus Rendah Hati)

Padahal, tulis @diktivokasi, minat, bakat atau passion bukan hanya bisa ditemukan dari proses perkuliahan formal saja. Melainkan bisa ditemui diluar program studi yang kita ambil.

Dengan menjalankan 4 tahun masa kuliah maka mahasiswa bisa memanfaatkanya untuk mencoba berbagai kegiatan sebanyak-banyaknya. Serta menentukan mana yang sebenarnya diminati setelah benar-benar mencobanya.

 (Baca juga: Lulus Kuliah di Amerika, Kerjanya Jadi Apa?)

Mari simak 5 tips mengenal minat untuk menentukan jalan karir yang telah dirangkum @diktivokasi berikut ini.

1. Tetap Membuka Diri Terhadap Hal-Hal Baru

Ada banyak sekali hal-hal diluar sana yang belum kamu ketahui. Tidak usah cari ke ujung dunia, sebab disekitar kamu saja pasti ada komunitas unit, profesi yang tidak pernah diketahui sebelumnya. Atau bahkan keahlian khusus yang dimiliki oleh teman-temanmu.

2. Memperluas Pergaulan dan Pertemanan

Kalau kamu sekedar tahu tentang kegiatan baru, mungkin kamu tidak akan tertarik untuk menguliknya. Tetapi jika mengenal langsung dengan orang-orang yang berkecimpung dalam kegiatan tersebut maka kamu bakal lebih tertarik untuk terlibat di dalamnya karena bisa melihat perkembangan kegiatan tersebut secara langsung.

3. Ikuti Rasa Ingin Tahu

Rasa ingin tahu menjadi pendorong utama untuk terus menggali hal-hal yang sebenarnya disenangi dan membuat nyaman saat melakukannya. Misalnya jika senang bertemu orang baru dan penasaran dengan bagaimana rasanya menjadi bagian dari tim humas di sebuah organisasi kampus. Ikuti terus rasa penasaran itu sampai kamu yakin bahwa hal yang berkaitan dengan public relation itu memang hal yang disenangi dan membuat nyaman. Bukan sekedar kegiatan yang dilakukan hanya karena ikut-ikutan teman semata.

4. Pilah Pilih dan Buat Prioritas

Semakin banyak wawasan dan pergaulan di perkuliahan diperluas maka akan semakin banyak minat baru yang ditemukan. Jika berminat akan beberapa hal sekaligus maka harus pintar memilah mana yang sebenar-benarnya disenangi dan yang hanya sebatas coba-coba.

5. Berkomitmen untuk Menjalaninya dalam Jangka Panjang

Ini adalah saat terpenting yang membedakan antara minat dan passion kamu, butuh waktu dan komitmen kuat untuk membuktikan kesetiaanmu terhadap suatu hal. Setelah mantap memutuskan mau menekuni apa, maka harus yakin dulu bahwa kamu nyaman untuk mendalami hal tersebut tanpa ada intervensi dari pihak manapun.

Seandainya kamu menemukan kegagalan dan semangatmu berkurang tiba-tiba ditengah jalan, ada kemungkinan hal tersebut bukanlah passionmu. Tapi jika menjalaninya tanpa keluhan, tidak berkecil hati ketika merasa stuck dan gagal, sering dikritik dan semakin terpacu meskipun menemui banyak kendala artinya kamu sudah menemukan passionmu.

Setelah bisa dikerucutkan apa saja yang menjadi minatmu secara spesifik, maka ini bisa dijadikan poin utama dalam mempertimbangkan karir apa yang akan dipilih di masa depan.

Mulai dari menentukan profesi yang paling relevan dengan latar belakang akademik, jenis pekerjaan dan job desc ideal, industri dan perusahaan yang menjadi referensi, ritme dan budaya kerja yang mendukung performa sampai penentu jenjang karir seperti apa yang ditargetkan sebagai bagian dari rencana jangka panjang. (sst)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini