Cerita Jokowi Soal Mahasiswa UGM Dulu Sering Kena Hepatitis dan Tipes

Dita Angga R, Sindonews · Rabu 15 September 2021 12:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 15 623 2471643 cerita-jokowi-soal-mahasiswa-ugm-dulu-sering-kena-hepatitis-dan-tipes-glt8wBO7vl.jpg Presiden Joko Widodo (Foto: Biro Setpres)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan agar para rektor tidak hanya bertanggung jawab terhadap mahasiswa saat di dalam kampus saja tapi juga luar kampus. Hal ini disampaikannya pada ertemuan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia yang dilaksanakan di Auditorium Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Kota Surakarta pada Senin 13 September 2021 kemarin.

Dia meminta agar para rektor mengecek hal-hal kecil yang berkaitan dengan mahasiswa.

“Jadi terakhir tanggung jawab rektor ya di dalam kampus dan juga di luar kampus. Urusan hal2 yang kecil saja memang harus kita perhatikan. Urusan makan mahasiswa itu harus dicek betul,” katanya dikutip dari Kanal Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (14/9/2021).

 (Baca juga: Jokowi Dorong Rektor Fasilitasi Mahasiswa untuk Kembangkan Talenta)

Pada kesempatan itu Jokowi mengatakan bahwa untuk urusan kebersihan tempat makan di sekitar kampus juga perlu diperhatikan. Dia bercerita bahwa dulu mahasiswa di Universitas Gadjah Mada (UGM) banyak yang terkena hepatitis dan tipes. Dia sendiri pun mengaku pernah mengalaminya.

“Mohon maaf saya ingat di UGM di Jogja, dulu sering sekali mahasiswa terkena penyakit bareng-bareng apa pak rektor? Hepatitis, saya ingat. Kemudian apa ini? Tipes. Karena apa? Warung-warung makan mahasiswa yang saya juga dulu mengalami, kalau mencuci piringnya di ember, airnya satu ember dipakai pagi sampai tengah malam. Berikan mereka air mengalir. Mahasiswa kita jadi membawa penyakit semuanya,” ujarnya.

 (Baca juga: Jokowi Bilang Mahasiswa Harus Paham Matematika hingga Bahasa)

Dia menyebut jangan sampai para mahasiswa terganggu kesehatannya. Pasalnya akan percuma mahasiswa bisa sepintar apapun kalau tidak sehat.

“Hal-hal yang kecil-kecil ya tapi percuma kalau orang sepintar apapun kalau tidak sehat untuk apa? Yang tadi saya sampaikan unggul dan utuh. Sekali lagi tanggung jawab rektor ya di dalam kampus, ya di luar kampus,” pungkasnya. Dita angga

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini