Did You Know: Maggot, Pengurai Sampah Organik dan Sumber Protein

Mohammad Adrianto S, Okezone · Selasa 14 September 2021 16:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 14 65 2471231 did-you-know-maggot-pengurai-sampah-organik-dan-sumber-protein-PMXjtVRINJ.jpg Maggot. (Foto: Instagram @ditps.klhk)

JAKARTA - Terlihat menjijikan, namun faktanya serangga maggot atau biasa disebut sebagai larva Black Soldier Fly (BSF) merupakan pengurai sampah organik yang baik.

Tidak hanya itu, Maggot juga mengandung protein serta lemak yang tinggi sehingga dapat dijadikan sebagai pakan unggas dan ikan. Demikian dilansir dari akun Instagram @ditps.klhk.

Maggot umumnya lebih besar dibandingkan dengan serangga serupa seperti larva. Selain itu, mereka juga tidak memiliki bau dan tidak menularkan bakteri apapun.

Baca juga: Ingin Belajar Banyak Hal, Nadiem Bermalam di Rumah Seorang Guru


Baca juga: Hebat! Siswa MAN 1 Surakarta Ciptakan Robot Pembantu Apoteker "De Pharmacist"

Serangga ini biasa memakan buah-buahan. Maggot juga sanggup menguraikan sampah organik yang ukurannya 2 hingga 5 kali berat badan mereka.

Siklus hidup Maggot juga mirip dengan serangga pada umumnya. Mereka merupakan hasil telur dari Lalat yang akan menetas 3-4 hari kemudian. Setelah itu, mereka akan menjadi Bayi Larva dengan ukuran 1 mm. 

Memasuki usia 0-21 hari, mereka akan menjadi Larva Dewasa dan mulai mengonsumsi sampah organik. Ketika sudah melewati fase tersebut, mereka akan menjadi Prepupa dan akan mencari tempat kering untuk beralih ke fase selanjutnya.

Fase Pupa akan memakan waktu sekitar sebulan. Setelahnya, barulah mereka akan menjadi Lalat BSF dan tidak akan lagi makan untuk seumur hidupnya (2-3 hari).

Maggot biasanya dijual dalam kemasan kecil seharga Rp. 5000 hingga Rp. 50.000 untuk dijadikan pakan. Maggot juga bisa diolah menjadi minyak, dan akan diekspor ke Jepang untuk produk kecantikan, seharga Rp. 1,5 juta per 100 mililiter.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini