Hebat! Siswa MAN 1 Surakarta Ciptakan Robot Pembantu Apoteker "De Pharmacist"

Widya Michella, MNC Media · Selasa 14 September 2021 12:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 14 624 2471027 hebat-siswa-man-1-surakarta-ciptakan-robot-pembantu-apoteker-de-pharmacist-PhgeagkNU1.jpg Robot hasil karya pelajar MAN 1 Surakarta. (Foto: Kemenag)

JAKARTA - De Pharmacist merupakan nama robot karya siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Surakarta Mufti Muammarul dan Tiara Vania Wijaya Putri.

Robot ini disebut dapat meminimalisir penularan Covid-19 di tengah masyarakat karena bekerja untuk meminimalisir interaksi antara apoteker dan pembeli.

Pembina robotik MAN 1 Surakarta Prihantoro Eko Sulistyo menuturkan, robot ini didesain khusus untuk pencegahan penularan Covid-19. Pada badan robot, terdapat tiga loker atau slot jenis penyakit.

Pemilihan slot obat penyakit juga disesuaikan dengan gejala Covid-19 yang saat ini sedang melanda. Ketiga penyakit tersebut sering dialami manusia, yakni batuk, demam, dan pusing.


Baca juga:  Maksimalkan Layanan Kesehatan, RSUI dan Klinik Makara Luncurkan Telehealth Berbasis IoT


Baca juga: Mahasiswa Sulap Limbah Kardus Jadi Dekorasi Interior yang Elegan

Banyak kelebihan yang dimiliki oleh robot Robot De Pharmacist salah satunya, robot ini dapat diaplikasikan di apotik, sekolah, dan di rumah. Biaya pembuatan robot juga sangat terjangakau. Satu robot hanya menelan biaya sekitar Rp400 ribu karena terbuat dari akrilik, sehingga ringan dan kokoh.

"Penggunaannya juga sangat mudah dan bisa dijalankan oleh siapa saja. Energi untuk mengoperasikan robot cukup minim, hanya memerlukan tegangan 5-7 Volt. Dengan berbagai kemudahan yang diberikan, robot De Pharmacist dapat dengan mudah diluncurkan ke masyarakat,"jelas Prihantoro demikian dikutip pada laman resmi Kemenag.

Selain di apotik, Robot ini juga dapat digunakan di UKS sekolah ditambah saat ini sudah mulai PTM terbatas sehingga sekolah perlu menghidupkan kembali UKS. Bantuan De Pharmacist di sekolah dapat memudahkan dan juga meminimalisir penularan covid-19 di sekolah.

Adapun kekurangan dari robot De Pharmacist yaitu, ruang penyimpanan obat masih terbatas, saat ini robot hanya mampu menampung sekitar 3-4 botol obat ukuran sedang. Namun, hal tersebut akan terus dikembangkan hingga dapat menampung beberapa jenis obat sekaligus.

“Cara kerja robot sangat sederhana. Dilengkapi dengan sensor Ultrasonic HCSR-05, pembeli hanya perlu memasukkan kartu identitas ke dalam slot sesuai dengan kebutuhan. Kemudian secara otomatis obat akan keluar tanpa harus berinteraksi dengan apoteker,”urainya.

Secara otomatis, robot akan menerima instruksi untuk memutar papan obat sesuai program yang telah dibuat dengan aplikasi Arduino IDE. Ketika letak obat sudah berada di pintu keluar, botol obat akan didorong keluar oleh Motor Servo SG90 menuju keranjang obat sehingga bisa diambil oleh pembeli.

"Tentu kami harap robot ini dapat dikembangkan lebih baik lagi. Bahkan bisa diproduksi secara massal. Sehingga, dapat memutus rantai penularan covid-19 di lingkup apoteker dan masyarakat pada umumnya,” harapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini