Agribusiness Start Up Challenge: Program Inovasi Cetak Agroenterpreneur Masa Depan

Tim Okezone, Okezone · Kamis 02 September 2021 15:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 02 65 2465141 agribusiness-start-up-challenge-program-inovasi-cetak-agroenterpreneur-masa-depan-2XfTAEtcdP.jpg Foto: Istimewa

SOLO - Program Studi D-3 Agribisnis Sekolah Vokasi (SV) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengadakan Agribusiness Start Up Challenge (Agrisucha).

Kegiatan ini sebagai salah satu upaya dalam melahirkan generasi muda yang memiliki jiwa kewirauahaan khususnya di bidang pertanian.

Agrisucha disajikan dalam bentuk inkubasi bisnis berupa pelatihan, pendampingan, dan pengembangan bisnis start-up bidang pertanian kepada alumni dan mahasiswa aktif D-3 Agribisnis SV UNS.

Dalam sambutannya, Kepala Prodi D-3 Agribisnis, Raden Kunto Adi menyampaikan bahwa tujuan program ini untuk membentuk wirausaha baru di bidang agribisnis.

Baca juga: Usung Alat Deteksi Kanker Payudara, Mahasiswa UNS Lolos Pilmapres Nasional 2021

“Harapannya dengan program ini dapat meningkatkan jumlah wirausaha dari Prodi D-3 Agribisnis sebesar 30% dari lulusan sesuai dengan target Indikator Kinerja Utama 1,” ujarnya, Kamis (2/9/2021).

Dekan Sekolah Vokasi UNS Santoso Tri Hananto berharap agar program tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan.

Baca juga: Mahasiswa UNS Ciptakan Mayones Bahan Dasar Tahu Sutra untuk Program Diet

“Semoga tujuan mulia merintis start-up bidang pertanian bisa berhasil berkelanjutan. Tentunya hal ini tidak lepas dari peran serta dan kolaborasi para mitra industri D-3 Agribisnis,” kata Santoso.

Narasumber yang dihadirkan dalam pelatihan hari pertama adalah Untung Wijanarko (owner Tani Organik Merapi) dan Andhika Mahardika (CEO Agradaya). Untung Wijanarko membagikan kisah suksesnya bertani secara organik.

Saat ini, produk Tani Organik Merapi telah merambah gerai-gerai supermarket. Sementara itu, Andhika Mahardika selaku CEO Agradaya memaparkan kisah suksesnya memberdayakan petani tanaman herbal.

Selama pelatihan hari pertama, para peserta terlihat semangat dan antusias menyimak materi dari narasumber serta turut aktif berdiskusi.

Pelatihan akan dilangsungkan selama 5 hari dengan berbagai materi mulai dari panduan dasar kewirausahaan untuk start-up pertanian, penyusunan business plan, strategi pemasaran dan branding, akses permodalan, penyusunan laporan keuangan sampai dengan legalitas usaha. Narasumber yang dihadirkan merupakan pakar di bidangnya sekaligus mitra dari Prodi D-3 Agribisnis.

Baca juga: UNS Akan Gelar PTM secara Bersyarat dan Bertahap

Rysca Indreswari yang merupakan PIC Agrisucha menyampaikan bahwa  setelah mendapatkan pelatihan, setiap tim akan membuat usaha dengan pendampingan pakar eksternal yang merupakan praktisi bisnis.

“Mentor eksternal yang akan mendampingi secara langsung adalah Aries Adenata, M.Hum. (Founder Brand Insight), Andhika Mahardika (CEO Agradaya–Yogyakarta), dan Suhariyanto Putra (People Development Manager TaniHub–Jakarta). Kemudian, mentor internal yang ikut terlibat dalam pendampingan adalah para pakar bisnis pertanian dari UNS, seperti Dr. Heru Irianto, Dr. Erlina Wida Riptanti, dan Raden Kunto Adi, M.P.,” jelas  Rysca.

Baca juga: Live di 6 Portal MNC, PSM Voca Erudita UNS Tampil Memukau di Konser Virtual Merah Putih

Pada akhir program ini akan diselenggarkan pameran produk. Para mitra industri dan praktisi bisnis akan diundang untuk mengevaluasi sekaligus memberikan gambaran kerja sama atau sebagai investor bisnis yang dirintis oleh peserta.

Iqbal, salah satu peserta Agrisucha menuturkan saat pertama kali mendengar Agrisucha sudah sangat tertarik untuk mendaftar. Setelah dijelaskan bagaimana gambaran kegiatannya, tanpa pikir panjang Ia memutuskan mendaftar dan bergabung.

“Saya senang diberi kesempatan untuk meningkatkan kemampuan dalam berwirausaha, di sini tidak sekadar diajarkan untuk bisa membuat produk dan memasarkannya. Setelah seleksi, kami dibentuk menjadi beberapa tim untuk bekerja sama membuat suatu start-up dengan bimbingan dan pelatihan oleh para mentor yang professional,” tutur Iqbal.

Baca juga: KKN di Tengah Pandemi, Mahasiswa UNS Bangun Sentra Kebutuhan Pokok

Berdasarkan laporan hasil tracer studi Prodi D-3 Agribisnis tahun 2020 diperoleh hasil bahwa jumlah lulusan yang berwirausaha juga masih relatif rendah, yakni sebesar 16,67%. Oleh karena itu, dibutuhkan strategi sesuai dengan target Indikator Kinerja Utama 1 (lulusan mendapatkan pekerjaan yang layak).

Hal ini untuk meningkatkan jumlah lulusan yang berwirausaha sekaligus menyiapkan keterampilan bisnis, baik kepada alumni maupun mahasiswa untuk memangkas waktu tunggu mendapatkan pekerjaan. Selain itu juga untuk meningkatkan jumlah wirausaha bisnis bidang pertanian.

Melalui program Agrisucha ini diharapkan akan lahir para agroenterpreneur masa depan.

Baca juga: Tim Peneliti FK UNS Kembangkan Media Pembelajaran Model E-Learning

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini