UNS Akan Gelar PTM secara Bersyarat dan Bertahap

Neneng Zubaidah, Koran SI · Kamis 02 September 2021 13:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 02 65 2465035 uns-akan-gelar-ptm-secara-bersyarat-dan-bertahap-2CGsE0zdMp.jpg foto: istimewa

JAKARTA - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menyatakan kesiapannya untuk menggelar Perkuliahan Tatap Muka (PTM), pada semester ganjil ini. Hal itu disampaikan langsung oleh Rektor UNS, Prof. Jamal Wiwoho, usai mendapat lampu hijau dari Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka.

Prof. Jamal mengatakan, koordinasi antara UNS dengan Pemerintah Kota Surakarta sudah dilakukan. Bahkan, Gibran Rakabuming Raka langsung menemuinya di Gedung Rektorat dr. Prakosa untuk berkoordinasi perihal diberlakukannya PTM di UNS pada Jumat pekan lalu.

“Karena levelnya sudah dari level 4 ke 3 dan sudah ada SE dari Pak Wali Kota yang sebelum keluar SE-nya, paginya Jumat datang ke sini. Intinya, kalau sudah diperbolehkan pembelajaran dengan tatap muka ya kita siap. Setidak-tidaknya hari Senin,” ujar Prof. Jamal melansir laman resmi UNS di uns.ac.id, Kamis (2/9/2021).

Baca juga: KKN di Tengah Pandemi, Mahasiswa UNS Bangun Sentra Kebutuhan Pokok

Prof. Jamal yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) menyampaikan, ia sudah berkoordinasi dengan Wakil Rektor bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNS, Prof. Ahmad Yunus, untuk membahas dimulainya PTM UNS pada pekan depan.

Nantinya, UNS akan tetap mengutamakan prinsip bersyarat dan bertahap. Prinsip bersyarat artinya memperoleh izin dari pemerintah daerah/ Satgas Covid-19, mahasiswa mendapat izin dari orang tua, dan telah dinyatakan negatif Covid-19 atau sudah tervaksinasi Covid-19.

Baca juga: 6 Dosen UNS Jadi Pelatih Atlet Tim Indonesia di Paralimpiade Tokyo 2020

Sedangkan, prinsip bertahap yang dimaksud Prof. Jamal adalah diterapkannya sistem pembagian kelas dan jam kuliah secara terbatas bagi mahasiswa yang datang ke kampus.

Dalam hal ini, Prof. Jamal menegaskan 1 ruang perkuliahan hanya boleh diisi maksimal 30 persen dari kapasitas normal. Selain itu, 1 mata kuliah durasinya maksimal hanya 1 jam.

Ia menyampaikan, UNS telah menyusun jadwal perkuliahan per fakultas. Dan, dalam 1 hari hanya ada 3-4 fakultas yang diperbolehkan menggelar PTM.

“Dan jauh-jauhan (red: letak fakultasnya). Misalnya, Fakultas Pertanian (FP) UNS dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) UNS kan jaraknya jauh,” tambah Prof. Jamal.

Saat ditanya mengenai syarat yang harus dipenuhi mahasiswa untuk dapat mengikuti PTM, ia menjawab jika UNS akan mengutamakan mahasiswa yang berasal dari wilayah Solo Raya.

Kemudian, syarat lainnya yang akan diberlakukan UNS adalah setiap mahasiswa harus sudah tervaksinasi Covid-19. Hal ini dapat dibuktikan dengan aplikasi PeduliLindungi atau sertifikat vaksinasi Covid-19.

“Lalu ya kita berusaha mengundang para orang tua yang anaknya diperbolehkan supaya ada semacam pembekalanlah harus apa, protokol kesehatannya, kemudian kita harapkan kuliah selesai ya pulang jangan nongkrong dan sebagainya,” imbuh Prof. Jamal.

Prof. Jamal menambahkan, PTM yang akan dimulai pada Senin pekan depan akan diperuntukkan bagi mahasiswa semester 1. Dan, mahasiswa diminta untuk tetap menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) yang ketat dan disiplin.

“Yang diprioritaskan angkatan baru. Dan, angkatan yang atas juga boleh. Misalnya, mulai membuka pelan-pelan untuk laboratorium, praktik, dan ujian skripsi, tetapi Prokes tetap kita utamakan. Kita juga akan tetap melakukan kuliah hybrid,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini