Menteri Nadiem Resmi Bubarkan BSNP

Riezky Maulana, iNews · Rabu 01 September 2021 11:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 01 65 2464351 menteri-nadiem-resmi-bubarkan-bsnp-DnmzEmFp52.jpg Mendikbudristek Nadiem Makarim (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikburistek) membubarkan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Badan tersebut dibubarkan melalui Permendikbudristek Nomor 28/2021 tentang Organisasi dan Tata Kerja.

Posisi BSNP kini digantikan oleh Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan. Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim menandatangani peraturan tersebut pada 23 Agustus lalu.

Baca Juga:  Perguruan Tinggi Diminta Siap Song-song PTM Terbatas

Berbeda dengan BSNP yang merupakan lembaga independen standarisasi pendidikan, Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan sesuai dengan Pasal 233 di peraturan tersebut bertanggungjawab langsung kepada menteri.

"Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri," tulis Pasal 233 dikutip MNC Portal Indonesia, Rabu (1/9/2021).

Dalam Permen itu turut dijelaskan bahwasanya Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan memiliki tugas menyelenggarakan penyusunan standar, kurikulum, dan asesmen pendidikan serta pengelolaan sistem perbukuan.

Secara rinci, dicabutnya keberadaan BSNP terdapat pada Pasal 334 di Permen tersebut. Dikatakan bahwa berlakunya peraturan peraturan yang mengatur tentang BSNP dinyatakan telah dicabut atau tidak berlaku.

"Pada saat Peraturan Menteri ini mulai berlaku Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 96 Tahun 2013 tentang Badan Standar Nasional Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 39 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 96 Tahun 2013 tentang Badan Standar Nasional Pendidikan dicabut dan dinyatakan tidak berlaku," bunyi pasal 334.

Baca Juga:  Soal Program ADK 2022, Mendikbudristek Prioritaskan 2 Hal Ini

Selanjutnya, terdapat tujuh fungsi daripada badan baru tersebut. Pertama, penyusunan kebijakan di bidang standar pendidikan. Kedua, penyusunan kebijakan teknis di bidang kurikulum dan asesmen pendidikan serta pengelolaan sistem perbukuan.

Ketiga, pelaksanaan penyusunan standar, kurikulum, dan asesmen di bidang pendidikan. Keempat pelaksanaan pengembangan, pembinaan, dan pengawasan sistem perbukuan.

Kelima, pemantauan, evaluasi, dan pelaporan penyusunan standar, kurikulum, dan asesmen pendidikan serta pengelolaan sistem perbukuan. Keenam, pelaksanaan administrasi Badan. Ketujuh atau yang terakhir pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Menteri.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini