Tim Peneliti FK UNS Kembangkan Media Pembelajaran Model E-Learning

Tim Okezone, Okezone · Sabtu 28 Agustus 2021 09:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 28 65 2462464 tim-peneliti-fk-uns-kembangkan-media-pembelajaran-model-e-learning-jryHtQxMfx.jpg Ilustrasi (Foto : Istimewa)

SOLO - Di masa pandemi, Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran, khususnya dalam bidang digital. Hal ini seperti yang  dilakukan oleh Tim peneliti Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta dan Tim HITIHE (Health Information and Technology for Improved Health Education in South-East Asia) oleh Erasmus+ yang mengembangkan media pembelajaran berbasis aplikasi yang didanai oleh The Institute of Tropical Medicine.

Media pembelajaran tersebut diberi nama Epi-SMart. Project Digital Transformation of the Epidemiology Module for Clinical Education of Sebelas Maret (Epi-Smart). Kegiatan ini dinakhodai oleh dr. Vitri Widyaningsih, dengan beberapa peneliti dari FK UNS.

“Aplikasi ini diharapkan tidak hanya dapat membantu proses pembelajaran mahasiswa yang  dapat diunduh dengan menggunakan smartphone berbasis android. Epi-SMart dilengkapi fitur-fitur khusus di bidang epidemiologi, seperti materi yang dapat langsung terhubung dengan video edukasi, kalkulator epidemiologi, scenario based study serta soal-soal dan pembahasan,” ujar dr. Vitri Widyaningsih, dalam keterangan tertulis yang diterima, Sabtu (28/8/2021).

Tampilan aplikasi Epi-SMart dibuat secara unik sehingga menarik minat pengguna untuk menjalankan proses pembelajaran dengan kesan lebih menyenangkan. Proses instalasi dan pendaftarannya pun cukup mudah, hanya membutuhkan alamat email dan nomor handphone.

Baca Juga : Kisah Sultan Ageng Tirtayasa Dibui di Batavia hingga Meninggal Dunia

Terdapat pilihan dua bahasa dalam aplikasi ini, yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Konten yang disajikan cukup lengkap untuk menunjang proses pembelajaran.

“Materi terkait epidemiologi dilengkapi dengan video untuk memudahkan proses pemahaman materi. Latihan soal yang disajikan sesuai dengan Standar Kompetensi Dokter Indonesia (SKDI) sehingga dapat melatih mahasiswa untuk menghadapi uji kompetensi. Pembahasan soal disusun secara menarik agar lebih mudah untuk dipahami,” tuturnya.

Aplikasi tersebut sudah diuji coba kepada dokter muda stase Ilmu Kesehatan Masyarakat dan stase Integrasi. Dokter muda diberi kesempatan untuk memberikan masukan dan evaluasi demi pengembangan aplikasi menjadi lebih baik. Mereka merasa cukup puas dengan aplikasi Epi-SMart sebagai media pembelajaran Epidemiologi.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini