SOLO - Tim Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Jawa Tengah, menciptakan celana apung untuk mitigasi kondisi darurat banjir.
"Produk celana apung ini memiliki kelebihan tersendiri, yakni bersifat tahan air dan tahan angin," kata Ketua Tim PKM-K FKIP Andian Hidayat di Solo.
Baca juga: 11 Pengembang UMKM di Indonesia Dapat Anugerah 8th UNS SME's Awards 2021
Mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Geografi ini mengatakan celana tersebut dapat digunakan sebagai celana pada umumnya dan bisa dikembangkan dalam keadaan darurat.
"Sehingga sifatnya fleksibel. Selain itu juga mempunyai katup udara untuk memudahkan penggembungan dan mempunyai sistem 'double layer' dan mempunyai corak batik khas nusantara," katanya.
Baca juga: Mahasiswa UNS Raih Honorable Mention di Kompetisi Matematika Internasional
Langkah pertama agar celana apung dapat bekerja, dikatakannya, adalah dengan membuka katup udara yang terdapat di samping badan celana. Selanjutnya adalah meniup beberapa kali hingga gelembung pelampung benar-benar menggelembung secara optimal mengisi seluruh ruang kosong di dalam celana apung.
"Ketiga, setelah gelembung pelampung terisi udara, segera tutup katup udara dengan rapat. Terakhir, celana apung dapat digunakan untuk mengapung di atas air," katanya.