LIPI Minta Peneliti Ahli Utama Cari Anggaran Eksternal untuk Riset

Antara, · Rabu 18 Agustus 2021 18:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 18 65 2457426 lipi-minta-peneliti-ahli-utama-cari-anggaran-eksternal-untuk-riset-UJcTa1pe2t.jpg Foto: Illustrasi Okezone.com

JAKARTA - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mewajibkan peneliti ahli utama mencari anggaran eksternal, untuk mendukung pendanaan penelitian melalui kolaborasi dengan mitra seperti dengan kementerian/lembaga lain dan industri.

"Dengan belanja penelitian yang kecil maka diharapkan para peneliti bisa menggaet kolaborasi eksternal dengan industri dan kementerian/lembaga sehingga mau tidak mau terbentuk kolaborasi ini," kata Pelaksana harian Kepala LIPI Agus Haryono dalam Webinar Riset dan Inovasi untuk Merah Putih di Jakarta, Rabu (18/8/2021).

Baca juga:  Pakar: Vaksin Selamatkan 50 Juta Nyawa, Tapi Covid-19 Ancam Kemajuan Masa Depan

Dengan demikian, kolaborasi antara peneliti LIPI dengan mitra eksternal seperti di kementerian/lembaga dan swasta menjadi lebih meningkat. LIPI melakukan rekayasa anggaran dan mengalokasikan sebagian besar anggaran yang dimiliki untuk pembiayaan pembangunan infrastruktur riset strategis sehingga belanja barang penelitian menjadi ramping yakni Rp75 miliar dari sebelumnya sebesar Rp350 miliar.

Untuk mencukupi pendanaan penelitian, maka harus tercipta kolaborasi dengan mitra eksternal sehingga pembiayaan riset tidak sepenuhnya berasal dari dalam lembaga sendiri, tapi justru sebaiknya dari sumber eksternal.

Baca juga:   Rahasia Anak-Anak 120 Ribu Tahun Lalu: Bagaimana Mereka Tumbuh, Hidup, Sakit dan Mati

Kolaborasi-kolaborasi tersebut juga akan mendukung LIPI untuk mencapai targetnya yakni pada 2024, 50 persen anggaran LIPI berasal dari sumber eksternal.

Itu berarti akan terjadi peningkatan partisipasi swasta untuk terlibat dalam pendanaan penelitian yang ada di lembaga penelitian dan pengembangan. Saat ini, pemerintah mendanai 80% biaya riset yang ada di Tanah Air, sementara swasta hanya berkontribusi sekitar 20%.

Diharapkan sumber pendanaan riset akan bergeser dari mayoritas pemerintah menjadi mayoritas swasta sehingga Indonesia bisa menjadi negara maju.

Selain itu, dengan semakin banyak berkolaborasi, Agus menuturkan akan semakin banyak input baik yang bisa diperoleh dari penelitian dengan mitra dalam negeri, pihak luar dan swasta. Melalui kolaborasi, lanjut Agus, juga akan terjadi pertukaran ide dan pemikiran, berbagi praktik baik, mendukung pendanaan penelitian, dan memudahkan penelitian berjalan. (din)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini