Share

Mahasiswa Ini Kembangkan Konsep Pertanian "Nanofarm"

Antara, · Rabu 18 Agustus 2021 10:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 18 65 2457132 mahasiswa-ini-kembangkan-konsep-pertanian-nanofarm-KdaIwwfisb.jpg Foto: Illustrasi Okezone.com

PURWOKERTO - Sejumlah mahasiswa dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) tengah mengembangkan konsep pertanian "nanofarm" yang menggunakan sebuah kotak, sebagai ruang produksi tertutup dan teknologi kendali otomatis untuk memaksimalkan pertumbuhan tanaman.

"Konsep nanofarm dengan menggunakan media kotak yang tengah dikembangkan, adalah salah satu contoh model pertanian perkotaan yang dapat diterapkan pada lahan yang sempit," kata dosen teknik pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman Dr. Ardiansyah di Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah.

 Baca juga: Begini Cara Registrasi jika Diterima di SPMB Mandiri Non UTBK Unsoed

Pengembangan konsep nanofarm tersebut, kata dia, dilakukan oleh mahasiswa dari program studi teknik pertanian, Fakultas Pertanian Unsoed yakni Atikah Nur Putranto, Amanatun Nisa Setiowati dan Monica Achir Putri melalui Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC).

Dr. Ardiansyah yang merupakan dosen pembimbing program tersebut menjelaskan dengan konsep nanofarm dengan menggunakan media kotak tertutup ini, maka masyarakat khususnya yang tinggal di perkotaan dapat memanfaatkan lahan sempit untuk menanam.

"Ini bisa menjadi salah satu upaya untuk mendukung program peningkatan produksi pertanian," katanya.

 Baca juga: Cara Efektif Berantas Kecoa, Gunakan Insektisida Slow Action

Konsep nanofarm yang dikembangkan tersebut, tambah dia, dapat diimplementasikan pada ruang yang sangat kecil.

"Konsep ini mungkin cocok untuk rumah yang sempit, termasuk apartemen. Peminat tanaman bisa menggunakan nanofarm untuk memproduksi sayur untuk kebutuhan sendiri," katanya.

Konsep ini, tambah dia, juga memungkinkan peminat tanaman untuk menanam tanaman musiman berusia pendek di dalam rumah tanpa memerlukan lahan yang luas.

Selain itu, konsep ini memberikan kemudahan bertanam berupa sistem kendali cahaya, suhu, kelembapan, dan irigasi secara otomatis.

"Faktor-faktor tersebut akan diukur menggunakan sensor kemudian sensor akan mengirim sinyal agar sistem kendali dapat memberi penanganan, seperti menyiram tanaman dan menyalakan lampu fotosintesis. Pengguna tidak perlu merawat tanaman secara rutin untuk menghasilkan tanaman yang tumbuh optimal," katanya.

Sementara itu, salah seorang mahasiswa yang merupakan ketua tim pelaksanaan PKM-KC Atikah Nur Putranto menambahkan bahwa nanofarm mampu menjadi solusi bagi masyarakat perkotaan.

"Bahkan, semua sistem telah terkendali otomatis sehingga tidak perlu repot-repot melakukan kegiatan bertanam seperti biasanya," katanya.

Mahasiswa lainnya, Amanatun Nisa Setiowati mengatakan dirinya berharap konsep nanofarm yang tengah dikembangkan tersebut mampu membantu permasalahan ringan di masyarakat perkotaan. (din)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini