Kemdikbudristek: 20.000 Mahasiswa Berkesempatan Belajar di Luar Kampus

Antara, · Jum'at 13 Agustus 2021 19:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 13 65 2455284 kemdikbudristek-20-000-mahasiswa-berkesempatan-belajar-di-luar-kampus-Xl2ZTqNhi0.jpg Foto: tangkapan layar

MAKASSAR - Ketua Tim Pokja Pertukaran Mahasiswa Program MBKM Kemdikbudristek, Andi Ilham Makhmud mengatakan, 20 ribu mahasiswa pada tahun 2021 ini tercatat berkesempatan belajar di luar kampus sebagai bagian Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka.

Andi Ilham menjelaskan, dengan pertukaran mahasiswa merdeka, jumlah kesempatan pertukaran pelajar dalam negeri meningkat pada tahun ini.

"Yakni dari 200 mahasiwa pertahun, kini di tahun 2021 tercatat telah mencapai 20.000 lebih mahasiswa yang berkesempatan belajar di luar kampus," ujar Andi pada kegiatan implementasi Pertukaran Mahasiswa Merdeka, Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang digelar Unhas secara virtual dipantau di Makassar, Jumat (13/8/2021).

Baca juga: Bantuan Kuota Data Internet Mulai Disalurkan September

Program pertukaran mahasiswa merdeka ditargetkan akan dilaksanakan pada Agustus-Desember 2021.

Sesuai rencana diikuti 237 mahasiswa indbound dan 237 mahasiswa outbound serta 49 mahasiwa untuk prodi outbound dengan jumlah 20 SKS.

Baca juga:  Pemerintah Ajak Mahasiswa Ikut Program Gerilya

Ia menuturkan, konsep dasar Program Kampus Merdeka memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk mencari pengalaman di dunia nyata.

Mahasiwa boleh belajar di luar kampus selama dua semester dari tiga semester yang menjadi hak mahasiswa.

Berdasarkan Permendikbud Nomor 3 tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi, mahasiswa dapat mengambil SKS di luar perguruan tinggi paling lama dua semester atau setara 40 SKS.

Selanjutnya dapat mengambil SKS di program studi yang berbeda di perguruan tinggi yang sama sebanyak satu semster atau setara dengan 20 SKS.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik Unhas Prof Dr Muh Restu MP menyampaikan kegiatan pertukaran mahasiswa kali ini memasuki tahun kedua bagi Unhas.

"Unhas telah berpengalaman dari satu tahun dalam proses program pertukaran mahasiswa MBKM. Banyak hal yang masih perlu kita maksimalkan untuk menyesuikan kebijakan kementerian," ujarnya.

"Program ini harus dilaksanakan karena telah tertuang di dalam peraturan menteri," lanjut Prof Restu.

Prof Restu berharap melalui program MBKM para mahasiswa dapat meningkatkan skill serta kompetensi tambahan yang nantinya akan memperkaya mahasiswa ketika memasuki dunia kerja. (din)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini