Cakap Luncurkan Teacher Academy untuk Percepat Kompetensi Pengajar

Tim Okezone, Okezone · Jum'at 13 Agustus 2021 10:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 13 65 2454971 cakap-luncurkan-teacher-academy-untuk-percepat-kompetensi-pengajar-l1wjWDBLSG.jpg Cakap Teacher Academy (foto: Dok Cakap)

JAKARTA - Cakap meluncurkan program pelatihan mengajar melalui platform online, Cakap Teacher Academy. Program tersebut dirancang sebagai solusi platform digital secara menyeluruh untuk meningkatkan kompetensi guru bahasa Inggris, dalam pembelajaran digital lewat pelatihan bersertifikat, pengembangan diri dan karier di ekosistem Cakap.

Baca juga:  Ini Persyaratan Guru Non-PNS jika Ingin Dapat Tunjangan Profesi Rp1,5 juta/bulan

Program ini dimulai dengan pelatihan pengajaran bahasa Inggris dan akan dikembangkan ke pelatihan mengajar pada berbagai topik pembelajaran lainnya di masa depan.

"Kami melihat betapa pentingnya kemampuan bahasa asing sebagai paspor untuk menjadi masyarakat global saat ini dalam menghadapi dunia yang semakin digital. Kami percaya prinsip dari perbaikan pendidikan di Indonesia harus dilakukan secara menyeluruh, baik bagi murid maupun pengajar. Hari ini Cakap membawa program Cakap Teacher Academy sebagai solusi percepatan kompetensi pengajar bahasa Inggris dengan pembelajaran digital," kata CEO dan Co-founder Cakap Tomy Yunus, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (13/8/2021).

Baca juga:  466 Guru di Jabar Bakal Terima Tunjangan Profesi Rp1,5 juta/bulan

Tomy menjelaskan, komitmen cakap untuk meningkatkan kompetensi murid dan pengajar juga dapat dilihat dari hasil pencapaian Cakap yang telah memberdayakan sekitar 1,5 juta murid dan lebih dari 1.000 pengajar global dari berbagai topik pembelajaran.

"Para pengajar berasal dari Indonesia, Filipina, Taiwan, China, Jepang, Korea, Afrika Selatan, dan lainnya yang nantinya akan menjadi instruktur untuk peserta Cakap Teacher Academy," ujar Tomy.

Sementara itu, Staf Khusus Presiden RI dan CEO dari Yayasan Kitong Bisa, Billy Mambrasar menjelaskan, saat ini Indonesia sedang menghadapi berbagai tantangan di sistem pendidikan, termasuk suplai guru dan transisi serta adaptasi pembelajaran digital. Hal ini juga dibuktikan pada statistik dari 2019 hingga 2020 yang melaporkan Indonesia memiliki 2,7 juta guru, jauh dibandingkan dengan jumlah muridnya yang 45,5 juta orang.

"Oleh karena itu, ini menjadi angin segar bagi Indonesia mengetahui Cakap menginisiasi program yang dapat memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menjadi guru," ujarnya. (din)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini