Kemendikbudristek : Riset Perguruan Tinggi Akan Berkaitan dengan Kebutuhan Masyarakat

Antara, · Selasa 03 Agustus 2021 17:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 03 65 2450329 kemendikbudristek-riset-perguruan-tinggi-akan-berkaitan-dengan-kebutuhan-masyarakat-7YQ7i47jJD.jpg Foto: Illustrasi Sindo

JAKARTA - Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), Prof Nizam memastikan ke depan riset yang ada di perguruan tinggi berkaitan dengan industri dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Kita pastikan nantinya riset perguruan tinggi terkait dengan industri dan kebutuhan masyarakat. Contohnya, riset dengan industri mengenai kendaraan listrik, maka tidak berjalan sendiri tetapi bermitra dengan industri,” ujar Nizam dalam peluncuran program Riset Keilmuan yang dipantau di Jakarta, Selasa (3/8/2021).

Baca juga:  Ditjen Vokasi Kemendikbud Ristek Beberkan Anggaran Laptop Pelajar

Begitu juga dengan riset pengembangan kesehatan juga akan bermitra dengan industri kesehatan dan juga riset pertanian bermitra dengan industri pertanian. Dengan demikian, akan ada keseriusan sejak awal yang mana hasil penelitian tidak hanya publikasi semata.

“Melalui Kedai Reka yang merupakan platform yang bermitra dengan industri, pada semester depan akan diperkuat lagi. Tahun depan, akan kita empat kali lipatkan apa yang sudah dilakukan melalui hal tersebut,” ujar dia.

Baca juga:  Kemendikbudristek Akan Libatkan SMK untuk Produksi Laptop

Nizam menjelaskan respon dari industri terhadap Kedai Reka cukup tinggi. Dari anggaran yang disiapkan pada tahun ini sebesar Rp250 miliar, industri menawarkan anggaran Rp1,25 triliun untuk penelitian bersama.

Pihaknya juga mendorong agar kampus berorientasi pada kebutuhan masyarakat dan kebutuhan industri dengan menggandeng sejak awal. Perguruan tinggi harus menjadi bagian dari perkembangan kemajuan dunia dan juga tantangan dunia.

Nizam menambahkan saat ini, sekitar 92 persen industri di Tanah Air masih berbasis lisensi, sebanyak 95 persen alat kesehatan impor, begitu juga 95 persen bahan baku obat juga impor.

Oleh karena itu, pihaknya mendorong agar kampus melakukan riset-riset untuk menggantikan produk-produk yang selama ini diimpor. Contohnya, riset mengenai garam, bagaimana garam rakyat bisa menjadi garam industri dan dapat memenuhi kebutuhan nasional.

Kemendikbudristek dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) meluncurkan program riset keilmuan yang merupakan rancangan pembelajaran yang kolaboratif dan partisipatif antara dosen, mahasiswa dan juga mitra.

Melalui program itu, selain mendorong riset dosen, juga mempersiapkan mahasiswa menjadi calon-calon peneliti yang handal. Melalui kemitraan dengan industri dan lembaga atau komunitas lainnya, program itu juga diharapkan dapat dihilirisasi menjadi kebijakan-kebijakan, dan atau produk-produk yang dapat meningkatkan daya saing bangsa.

Terdapat empat skema riset yang bisa dilakukan yaitu hibah riset mandiri dosen, hibah riset kewirausahaan, hibah riset desa, dan hibah riset kegiatan kemanusiaan. (din)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini