Namun, ia menyoroti lamanya penggunaan masker dapat menimbulkan masalah bagi atlet difabel saat latihan. Sebab, kemampuan bernapas menjadi relatif rendah dan terganggu. Penggunaan masker yang lama juga dapat menimbulkan rasa tidak nyaman dan sekresi pada pernapasan sekaligus jika sirkulasi udaranya tidak baik dapat menimbulkan hypoxia.
Dr. Wijang Wisnu Raharjo menerangkan, Grup Riset Teknologi dan Pemrosesan Material Non-logam FT UNS merancang masker aerator supaya mampu menyuplai oksigen agar tarikan napas atlet difabel saat menjalani latihan tetap terjaga.
Masker aerator juga dilengkapi dengan konektor yang terhubung dengan sistem filter high performance agar dapat digunakan dalam jangka waktu lama, serta lebih aman saat digunakan atlet difabel saat latihan daripada menggunakan masker biasa.
“Adapun kelebihan masker aerator, yaitu dapat menyuplai oksigen yang cukup, sehingga setiap tarikan nafas tetap terjaga dan nyaman digunakan karena sirkulasi udara tetap terjaga,” pungkas Dr. Wijang Wisnu Raharjo. (din)
(Rani Hardjanti)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik