Wolly menambahkan, bahwa ide pembuatan inovasi ini dilatarbelakangi oleh banyaknya penambang pasir di daerah aliran sungai Gunung Merapi dimana mereka tidak mengetahui jika akan ada lahar dingin dari Gunung Merapi yang datang secara tiba-tiba.
“Kami melakukan pembagian tugas dalam penyelesaian project ini. Wolly dan Sintya bertugas menciptakan prototype, Chalik sebagai pemrogram alat dan perangkai alat, sedangkan Sherly dan Nadya mengkaji referensi alat dan pengambilan data,” terangnya.
Sherly menekankan bahwa sebagai mahasiswa mesti mampu untuk berinovasi atau mengembangkan temuan yang sudah ada dan melakukan kolaborasi lintas keilmuan sehingga dapat memberikan kontribusi yang utuh.
“Kami meyakini bahwa kolaborasi dan sinergi akan menghasilkan karya terbaik,” tutupnya. (din)
(Rani Hardjanti)