Apalagi, menyongsong era digitalisasi ini yang menuntut Perpusnas lebih kreatif untuk meningkatkan minat baca anak gen Z. Rudi berujar bahwa Perpusnas selalu mengupayakan untuk mampu berbagi ilmu pengetahuan bagi masyarakat. “Di masa pandemi ini, kami rutin melakukan seminar daring tentang pentingnya literasi. Tentunya, acara dikemas dengan sangat santai. Jadi, peserta bisa leluasa bertanya atau bahkan bertukar pendapat. Sehingga, dapat memacu kegemaran membaca,” katanya. Patut dipahami bawa perpusatakaan adalah rumah Peradaban yang bisa menjadi sarana bagi masyarat untuk memperoleh ilmu baru.
Sementara itu sebagai penyedia buku, penerbit juga harus aktif dalam menghadirkan beragam bacaan menarik yang sekiranya mampu meningkatkan minat baca anak gen Z. Rudi melanjutkan, jika perusahaan penerbitan berisi orang-orang kreatif yang harus mumpuni dalam membaca situasi terkini.
Esti Budihabsari, Manajer Redaksi Buku Genre Umum dan Remaja Mizan Publishing mengatakan bahwa pihaknya sudah menyediakan buku yang sangat lengkap, baik dalam bentuk fisik maupun digial. “Bahkan, kami juga memiliki buku digital ekslusif dengan harga yang sangat terjangkau,” imbuhnya. Selama penerbit berusaha membuat konten yang sepadan dengan perkembangan zaman, maka merebaknya digitalisasi tak perlu jadi persoalan dan kekhawatiran.
(Rahman Asmardika)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik