Sementara fase incubation bertujuan untuk mengembangkan talenta individu, seperti pengembangan ide, potensi, alih teknologi dan bisnis hingga membangun sustainable startup.
“Di inkubasi ini produk-produk yang diinkubasi bersama para tenannya betul-betul diuji supaya bisa lolos ke pasar dan juga supaya bisa sustain,” jelas Prof Kuncoro.
Setelah masa inkubasi selesai, terdapat dua output penting bagi UNS terkait dengan Indikator Kinerja UNS (IKU) yaitu menghasilkan lulusan yang berwirausaha dan juga menghasilkan produk yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
Oleh karena itu, fase terakhir yakni post incubation bertujuan untuk mengakselerasi pengembangan startup melalui pengenalan pasar dan investor.
UNS I-Hub juga berkomitmen dalam menciptakan budaya startup dan budaya berwirausaha di UNS. Sebagai wujud komitmennya, UNS i-hub menghadirkan dua program yakni Pengembangan Hasil Riset dan Inovasi (PHRI) Batch II dan Program Semesta 2021.
PHRI Batch II berfokus pada penarikan hasil riset peneliti yang berasal dari mahasiswa, tendik di laboratorium, dan dosen. Sementara untuk Program Semesta 2021 bertugas untuk melakukan pengembangan budaya startup di UNS dan proses inkubasi yang akan diterapkan oleh Divisi Startup dan Inkubasi.
“Harapan kita, UNS I-Hub mampu mendorong, mengakselerasi, dan menghadirkan produk-produk dari hasil riset dan inovasi kepada masyarakat maupun kepada industri atau user,” tukasnya.
(Sazili Mustofa)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik