Namun yang patut diingat, meski UNS membuka Seleksi Mandiri jalur disabilitas, tapi patut diingat UNS juga menerima penyandang disablitas di jalur SNMPTN dan SBMPTN.
Namun memang, kata dia, bila penyandang disabilitas masuk seleski di SNMPTN atau SBMPTN, persentase kelulusan menjadi minim karena bersaing dengan siswa yang normal, bersaing secara terbuka.
"Nah kami UNS pun mengambil keputusan membuka Seleksi Mandiri jalur disabilitas. Syaratnya adalah berbasis raport. Kami tidak ingin membebani teman-teman disabiltas seperti di jalur jalur lainnya. Cukup kami syaratkan raport saja, juga prestasi akademi lainnya," paparnya.
Pembukaan jalur disabilitas ini adalah kedua kalinya sejak tahun 2020. "Jadi ini adalah kebanggaan karena ini membuktikan UNS adalah kampus yang inklusif, terbuka untuk semua orang. Dan ini cukup membanggakan karena UNS adalah kampus kedua setelah Universitas Brawijaya yang menyiapkan jalur ini," ujarnya.
(Vitrianda Hilba Siregar)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik