Presiden Jokowi menyadari jika tuntutan untuk menyelaraskan diri dengan cepatnya kemajuan zaman tidaklah mudah. Namun, hal tersebut ia pandang penting sebab jika tidak ada kemauan untuk bertransformasi, maka zaman yang akan “mendisrupsi”.
“Bagi para pelaku startup, cara-cara baru itu sudah menjadi landasan kerja mereka sejak awal. Tetapi bagi institusi yang sudah berusia 45 tahun, saya tahu seringkali tidak mudah untuk memperkenalkan cara-cara baru,” imbuhnya.
Baca Juga : Peneliti UNS Hadirkan Telur Asin Rendah Sodium untuk Penderita Hipertensi
Hal lain yang juga disampaikan Presiden Jokowi kepada UNS adalah soal kualitas lulusan. Ia mengatakan lulusan perguruan tinggi harus mumpuni, kompeten, dan unggul untuk kepentingan kemanusiaan dan kemajuan bangsa.
Sebab, saat ini tuntutan zaman untuk melahirkan lulusan yang dibutuhkan oleh pasar tenaga kerja, mengalami perubahan yang sangat drastis sehingga banyak jenis pekerjaan lama hilang dan tidak dibutuhkan lagi.
Untuk mengantisipasi kekhawatiran tersebut, Presiden Jokowi memandang perlu adanya perubahan Program Studi, perubahan kurikulum, dan perubahan karakter dosen.
“Revolusi Industri jilid ke-4, telah membuat banyak ilmu pengetahuan dan teknologi lama menjadi usang. Teori manajemen organisasi dan model bisnis juga banyak berubah. Pola komunikasi dan perilaku masyarakat juga banyak berubah. Tentu saja agenda riset pun harus banyak melakukan perubahan,” pungkasnya.
(Rani Hardjanti)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik