Selain itu, UNS juga membuat kurikulum yang berorientasi masa depan dan global. Fasilitas pembelajaran di UNS juga berstandar internasional. Pada pandemi ini, sudah disiasati dengan system aplikasi daring seperti Open Course Ware (OCW) dan Sistem Pembelajaran Daring (SPADA). Prof. Yunus juga menjabarkan beasiswa dan Program Studi (Prodi) apa saja yang tersedia di UNS.
Selanjutnya, penjelasan dilanjutkan oleh Prof. Dr. Hadiwiyono, M. Si. selaku Sekretaris Eksekutif SPMB UNS yang menunjukkan tingkat keketatan memasuki UNS. Di sini, Prof. Hadiwiyono juga berpesan, ketika ingin menentukan Prodi pilihan pastikan ketahui bakat, minat, dan harus realistis.
“Ketika adek-adek ingin memilih Prodi terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan yakni harus sesuai bakat, minat, dan tentunya harus realistis,” ujar Prof. Hadiwiyono.
Sesi berikutnya dilanjutkan oleh Widiyanto, Ph.D. yang merupakan Deputi Program Sarjana SPMB UNS. Ia menjelaskan mengenai proses masuk UNS secara detail. Terdapat 3 jalur yang dapat ditempuh siswa SMA untuk masuk UNS yakni melalui SNMPTN dengan kuota minimum 20%, Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Nasional (SBMPTN) dengan kuota minimum 30%, dan jalur Seleksi Mandiri dengan kuota maksimum 50%.
Sesi terakhir disampaikan oleh Rory Asyari, M.A. yang merupakan seorang independent journalist sekaligus entrepreneur. Rory berkisah mengenai perjalanan Pendidikan yang telah ia laksanakan di UNS. Ketika di UNS, Rory mengambil Prodi Ilmu Komunikasi. Selain itu, Rory juga menuturkan ketika menjadi mahasiswa, usahakan sudah tahu apa tujuan yang ingin dicapai. Tidak hanya bermanfaat untuk diri sendiri namun juga orang lain.
(Vitrianda Hilba Siregar)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik