Lebih lanjut dalam pidato tersebut, mendiang mengemukakan bahwa dengan kemajuan teknologi, para pengguna statistika bisa menikmati hasil jerih payah para statisti, kususnya regresi. Hal itu untuk membantu dalam analisis maupun pengambilan kesimpulan melalui pemanfaatan software statistika, seperti SAS, SPSS, Excel, Minitabs, S-plus dan lainnya.
Aplikasi regresi, khususnya statistika, pada umumnya memiliki beberapa prinsip dasar yaitu semua pekerjaan dalam suatu sistem mempunyai proses yang saling terkait dengan variasi yang terjadi pada semua proses. Mendiang menegaskan bahwa kesuksesan penggunaan regresi tidak bisa dicapai sendiri oleh para statisti, namun memerlukan dukungan baik dari sisi teori maupun permaslahan sisi aplikasi yang sering muncul pada saat teknik diaplikasikan pada data riil.

Sementara itu, Prof. Drs. Koentjoro, MBsc., Ph.D., Ketua Dewan Guru Besar UGM, mengemukakan sosok Prof. Sri Haryatmi secara personal. Ia menyebut almarhum sebagai seorang dosen, dikenal dekat dan perhatian kepada mahasiswanya. Sebagai kolega, mendiang senantiasa rendah hati dan terbuka akan diskusi tanpa menggurui, bahkan tidak segan untuk bertanya kepada junior-juniornya jika memang belum tahu.
“Prof. Sri Haryatmi memang dikenal dengan memiliki jiwa sosial yang tinggi. Ketika ada staf terkena musibah, beliau tidak lupa untuk turut prihatin. Ketika kolega meraih prestasi, beliau juga tidak lupa menunjukkan apresiasinya. Bagi saya, beliau memang cerminan guru yang sesungguhnya. Semoga kita semua dapat meneruskan perjuangannya, melaksanakan pesan-pesannya, mengembangkan ilmu yang ditinggalkannya untuk memajukan universitas dan Indonesia yang kita cintai,” pesannya mewakili seluruh sivitas akademika UGM.
(Fetra Hariandja)