Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pandemi Sebabkan 9,7 Juta Anak Berisiko Putus Sekolah Permanen

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Senin, 13 Juli 2020 |14:11 WIB
Pandemi Sebabkan 9,7 Juta Anak Berisiko Putus Sekolah Permanen
Ilustrasi siswa sekolah menengah (foto: Okezone)
A
A
A

Dampaknya Bertahan Lama

Save the Children mendesak pemerintah dan donor untuk menginvestasikan lebih banyak dana di balik rencana pendidikan global baru untuk membantu anak-anak kembali ke sekolah ketika situasi aman dan mendukung pembelajaran jarak jauh sampai itu terjadi.

"Kami tahu anak-anak yang paling miskin dan paling terpinggirkan, yang sejak awal sudah jauh tertinggal, adalah yang paling merugi, tanpa akses ke pembelajaran jarak jauh - atau pendidikan apa pun - selama setengah tahun akademik," kata Ashing.

Save the Children juga mendesak kreditor komersial untuk menunda pembayaran utang untuk negara-negara berpenghasilan rendah — langkah yang menurut mereka bisa membebaskan USD 14 miliar untuk program pendidikan.

"Jika kita membiarkan krisis pendidikan ini berlangsung, dampaknya pada masa depan anak-anak akan bertahan lama," kata Ashing.

"Janji negara-negara untuk memastikan semua anak mendapat akses ke pendidikan berkualitas pada tahun 2030, akan mundur beberapa tahun," katanya, mengutip target PBB.

(Amril Amarullah (Okezone))

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement