Dia pun siap ketika harus menyediakan perlengkapan tambahan seperti masker serta sarung tangan ketika anak kembali belajar di sekolah.
“Yang jelas itu anak mulai jenuh. Selain itu, pendampingan pembelajaran siswa kurang. Tentunya berbeda ketika proses pembelajaran anak didampingi guru dan orangtua,” kata salah satu orangtua siswa di SDN Sumyang tersebut.
Kepala SMPN 2 Karangnongko, Anik Ariastuti, mengatakan selama ini proses pembelajaran daring dilakukan memanfaatkan aplikasi quipper school, google form, google classroom, serta WA.
“Sejauh ini berjalan lancar. Tetapi kendala selama ini terutama pada sinyal internet. Karena wilayah kami berada di daerah pegunungan [lereng Gunung Merapi]. Untuk antisipasi sinyal itu anak-anak turun atau merapat ke tempat lain untuk mendapatkan sinyal internet yang bagus. Tetapi tetap kami imbau mematuhi protokol kesehatan,” kata Anik.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Klaten, Wardani Sugiyanto, mengatakan sistem pembelajaran secara daring tetap berlanjut mengikuti instruksi Mendikbud terkait belajar kembali di sekolah hanya bisa dilakukan di daerah zona hijau Covid-19.
“Untuk modelnya bisa memanfaatkan aplikasi atau melalui televisi. Mudah-mudahan pada Juli nanti kasus Covid-19 di Klaten bisa reda hingga kami bisa mulai melakukan pembelajaran dari sekolah dengan skenario pertama [siswa masuk ke sekolah sekali dalam sepekan],” kata Wardani.
(Abu Sahma Pane)