Sosok Sucipto Hadi Purnomo yang "Diincar" Rektor Unnes

Agregasi Solopos, · Jum'at 21 Februari 2020 15:42 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 21 65 2172117 sosok-sucipto-hadi-purnomo-yang-diincar-rektor-unnes-OM78RMYZXy.jpg Sucipto Hadi Purnomo (Foto: Facebook)

Menurutnya masalah yang baru-baru ini ia alami terasa ganjil. Pasalnya ia dibebastugaskan sementara dari tugas sebagai dosen terkait tuduhan ujaran kebencian kepada Presiden Joko Widodo di Facebook miliknya.

“Apakah yang saya tulis di Facebook itu menghina Pak Jokowi? Di mana unsur penghinaannya? Itu justru satir karena selama ini apa-apa yang disalahkan Jokowi. Jangan-jangan penghasilan [uang] yang diterima anak-anak saya saat Lebaran kemarin turun itu juga yang disalahkan Jokowi?” kelakarnya.

Rektor Unnes, Prof. Fathur Rokhman, mengatakan kampusnya sangat tegas terhadap unggahan di media sosial yang dilakukan civitas academica terkait penghinaan terhadap simbol negara maupun kepala negara.

Ia menduga penonaktifan dirinya sebagai anggota staf pengajar peguruan tinggi negeri itu dilatarbelakangi kasus dugaan plagiarisme oleh Rektor Unnes Fathur Rokhman.

Sucipto mengaku, Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah pernah meminta dirinya untuk menjadi saksi dalam kasus yang berkaitan dengan dugaan plagiarisme Rektor Unnes.

Sucipto

Menurutnya, Fathur Rokhman pernah melaporkan seseorang ke Polda Jateng atas tuduhan pencemaran nama baik karena mengungkap dugaan kasus plagiat sang rektor saat menempuh program doktoral di Universitas Gadjah Mada (UGM).

Meski begitu, Cipto mengaku tunduk pada keputusan terkait penonaktifan sementara sebagai dosen. Dia tidak akan melakukan perlawanan.

"Saya disuruh nonaktif, ya nonaktif saja, tidak boleh membimbing mahasiswa ya tidak membimbing. Saya tidak akan membebani Rektor dengan melakukan perlawanan. Kan beliau masih menghadapi masalah," tuturnya.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini