Selain itu ada jalur SPAN PTKIN yang bertujuan untuk menjaring mahasiswa dari madrasah tanpa seleksi. Jadi penjaringannya pun tidak dilakukan secara tertulis. Jalur SPAN PTKIN akan melihat prestasi siswa-siswi di sekolah dan madrasah yaitu dengan melihat nilai rapor dan prestasi lainnya.

Selain itu Kamaruddin juga menjelaskan 4 jalur lainnya yang berbasis tes tertulis, antara lain ujian masuk Perguruan Tinggi bersama Kemendikbud yang dikhususkan bagi seleksi mahasiswa untuk pilihan program studi umum. Kemudian ada UM PTKIN yang akan dilaksanakan secara nasional pada 15 April-29 Mei 2020. Dan yang terakhir ada jalur Mandiri.
Dalam kesempatannya Kamaruddin juga mengungkapkan kemajuan luar biasa yang telah dicapai Indonesia dalam akses perguruan tinggi. Angka Partisipasi Kasar (APK) Indonesia telah mencapai angka 34,5% yang artinya anak Indonesia berumur 18-23 telah mendapat kesempatan kuliah di perguruan tinggi.
Baca Juga: Beasiswa Masuk Kampus Islam Negeri, Syaratnya Hafal Alquran!