JAKARTA - Universitas Sebelas Maret (UNS) kembali menoreh prestasi. Hal ini dibuktikan dengan mahasiswa PTN tersebut berhasil meraih predikat Best Paper atau Makalah Terbaik dalam Bidang Human Rights and Democracy pada ajang `7th Asian Academic Society International Conference (AASIC)` yang diselenggarakan di Hotel Yannaty Hat Yai, Thailand pada 12-14 November 2019.
Predikat tersebut diraih oleh Tim mahasiswa FH UNS. Tim ini terdiri dari Muhammad Bintang Pratama, dan Rizal Irvan Amin.
Baca Juga: Mau Jadi Ilmuwan Kelas Dunia? Begini Caranya
"Jadi, lomba yang kami ikuti itu adalah lomba pemaparan paper yang difokuskan menjadi 5 subtema, yaitu Food Security, Sustainable Energy and Natural Resources, Economic and Industrial Innovation, Human Community Development, serta Human Rights and Democracy," ujar Muhammad Bintang yang dilansir dari situs UNS pada Sabtu (23/11/2019).
Muhammad Bintang Pratama mengatakan, kegiatan ini diselenggarakan oleh Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Thailand (Permitha). Kegiatan ini didukung oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di Bangkok dan Konsulat Republik Indonesia di Songkla bekerjasama dengan Prince of Songkla University Thailand.

7th AASIC 2019 merupakan agenda tahunan Permitha. Tahun ini tema yang diangkat dalam acara ini adalah `Asia Toward The 2030 Sustainable Development Goals, A Transformation Between Local Wisdom and Globalization`.
Lebih dari 13 negara yang hadir dalam acara yang diselenggarakan di Thailand ini. Ada sekitar 70 tim yang diwakili oleh 165 delegasi peserta yang mengikuti kegiatan ini.
Baca Juga: Tak Hanya Makanan, Limbah Singkong Bisa Jadi Biostarter Kompos
Dalam kegiatan tersebut, mereka memaparkan karya tulis mereka yang berjudul `Pro Cons The Policy Involvement of Foreign Airlines in Indonesia Domestic Flight Routes (International and National Law Perspectives)'. Makalah yang mereka buat ini membahas isu yang sempat booming di masyarakat.
Lebih tepatnya, makalah ini membahas terkait wacana kebijakan pemerintah dalam melibatkan maskapai asing sebagai penyedia jasa layanan penerbangan domestik. Pemerintah mengatakan bahwa upaya tersebut menekan tingginya harga tiket pesawat rute penerbangan domestik di Indonesia. Makalah ini dikaji dari perspektif ekonomi serta hukum internasional dan hukum nasional.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)