Ganjar tidak langsung membentuk tim formatur untuk kepengurusan baru. Ia akan memilih waktu yang tepat untuk membentuk struktur kepengurusan baru tersebut.

“Saya ingin kita berpikir jernih, saya ingin mendengarkan suara dari pengda dan pengcab dan cabang khusus siapa sebaiknya rela berkorban untuk Kagama,” katanya.
Alumnus Fakultas Hukum UGM ini mengaku siap terbuka menampung aspirasi dari seluruh alumni lewat akun medsosnya. Menurutnya, orang yang terpilih mendatang betul-betul bisa mencurahkan waktunya untuk Kagama. “Yang penting siap memberikan waktunya, pikiran dan tenaganya sebagai keikhlasan" katanya.
(Fakhri Rezy)