Begini Cara Milenial Maknai Hari Sumpah Pemuda

Rizqa Leony Putri , Okezone · Senin 28 Oktober 2019 16:28 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 28 65 2122717 begini-cara-milenial-maknai-hari-sumpah-pemuda-zTFAye86hN.jpg Cara Milenial Maknai Sumpah Pemuda (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Memperingati Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada 28 Oktober, rasanya menjadi penyemangat tersendiri untuk semakin meningkatkan rasa nasionalisme para pemuda bangsa.

Mungkin sebagian milenial saat ini masih belum dapat memaknai hari Sumpah Pemuda. Padahal, banyak makna yang bisa diambil dari peristiwa penting nan bersejarah ini.

 Baca Juga: Hari Sumpah Pemuda, Mendikbud Nadiem: Dunia Ini Ada di Tanganmu

Namun tidak dengan empat mahasiswa ini, mereka ikut memaknai hari Sumpah Pemuda dengan penuh rasa nasionalis dan berambisi untuk memajukan Indonesia yang lebih baik.

Seperti halnya bagi seorang mahasiswi Universitas Indraprasta, Winda Damayanti. Dirinya memaknai hari Sumpah Pemuda itu sebagai salah satu sejarah yang berbentuk ikrar.

 Baca Juga: Hari Sumpah Pemuda, Kemendikbud: Salam Persatuan!

"Menurut saya sumpah pemuda itu adalah salah satu sejarah yang berbentuk ikrar yang berisikan tentang semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia, jelas Winda kepada Okezone, Senin (28/10/2019).

 Sumpah Pemuda

Sementara itu menurut mahasiswi Universitas Pancasila, Siska Wulan Sari, hari Sumpah Pemuda merupakan sumpah yang diucapkan pejuang untuk membangkitkan semangat untuk bela indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan.

"Menurut saya, sumpah pemuda itu sumpah yang diucapkan pejuang untuk membangkitkan semangat untuk bela indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan, sumpah untuk membangkitkan semangat jiwa muda untuk bersatu dalam perjuangan membela negara," ujar Siska.

Oleh karena itu, sebagai milenial yang akan menjadi penerus bangsa, sudah sepatutnya untuk memiliki visi dan misi ke depan. Hal ini tentu dalam rangka memajukan Indonesia agar lebih baik lagi.

 Sumpah Pemuda

Senada, mahasiswa Institut Pertanian Bogor, Ghivary Alfaridzi menjelaskan, sebagai generasi muda dirinya berniat untuk menelurkan usaha-usaha kreatif yang dapat menggabungkan dunia hiburan dan isu sosial sebagai lapangan pekerjaan.

"Sebagai generasi muda, saya ingin merintis usaha kreatif yang menggabungkan dunia hiburan dan isu sosial agar dapat menciptakan lapangan kerja bagi orang lain sekaligus meningkatkan perekonomian Indonesia," jelas Ghivary.

Tak hanya itu, sebagai generasi penerus bangsa, mahasiswa Universitas Moestopo, Muhammad Haedar Fashal, ingin dapat menjadi masyarakat yang bisa berkontribusi untuk negeri. Salah satunya dengan terus bersama mengawal kinerja pemerintah, serta mengurangi angka pengangguran.

"Saya ingin berkontribusi untuk membuat lapangan pekerjaan dan mengurangi angka pengangguran di Indonesia," ujar Fashal.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini