JAKARTA - Siapa yang tak kenal Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN)? Lembaga pendidikan tinggi kedinasan di bawah Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan, Kementerian Keuangan ini telah menjadi incaran banyak orang hingga saat ini.
Sekolah tinggi kedinasan ini baru saja menggelar proses Dinamika (Studi Perdana Memasuki Kampus) salah satunya pada, Minggu, 29 September 2019. Acara ini pun dihadiri oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati beserta jajaran pejabat eselon I hadir untuk menyambut dan memberikan arahan kepada para mahasiswa baru Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN tahun 2019. Tahun ini topik Kebudayaan Indonesia dipilih dalam kegiatan Dinamika.
Baca Juga: Wisuda 4.436 Mahasiswa PKN STAN, Sri Mulyani: Jangan Berhenti Belajar dan Berpuas Diri
Menurut Sri Mulyani, topik ini adalah tema yang dirasa makin penting karena setiap daerah di Indonesia mempunyai budaya, sesuatu yang menggambarkan martabat dan akal budi sesuai dengan daerah masing-masing. Melalui kebudayaan inilah Indonesia mewariskan filosofi dan nilai-nilai dari generasi ke generasi. Dari kebudayaan yang berbeda-beda juga diharapkan dapat memunculkan sikap apresiasi, saling menghormati antar sesama.

"Saya yakin yang duduk di hadapan saya berasal dari hampir seluruh bagian Republik Indonesia. Ada yang dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua, Nusa Tenggara, Maluku, Bali, Jawa dan lainnya. Dari tempat asal kalian saja sudah menggambarkan miniatur Republik Indonesia," dikutip dari Instagram resmi Menteri Sri, Jakarta, Senin (30/9/2019).
Baca Juga: Pendaftaran Sekolah Kedinasan Dibuka, STAN Paling Diminati
Tak hanya itu, lanjutnya, setiap orang dibesarkan dari keluarga yang berbeda-beda dan dari sekolah yang berasal dari lingkungan sosial yang berbeda-beda. Perbedaan tidak menandakan bahwa ada yang lebih buruk atau lebih baik dari yang lainnya. Menurutnya, masyarakat justru menjadi kaya karena perbedaan-perbedaan yang ada.
"Kalian dengan asal dan lingkungan yang berbeda-beda dapat menyatukan Indonesia menjadi lebih indah. Itulah makna perbedaan. Bhinneka Tunggal Ika," ujarnya.