JAKARTA - Tim Spektronics Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali hadir dengan inovasi terbarunya yaitu mobil Spektronics Aeiro Superior (AS). Mobil purwarupa berbahan bakar reaksi kimia ini disiapkan untuk menjajaki kompetisi Chemeca 2019 yang diadakan di Sydney, Australia awal Oktober.
General Manager Tim Spektronics ITS Mokhammad Rifqi Furtiansyah menjelaskan, mobil yang pernah menjuarai kompetisi di Malaysia dan Amerika Serikat pada 2017 lalu ini mengalami beberapa inovasi, mulai dari kadar penggunanaan bahan bakar hingga jenis gerak yang dihasilkan.
Baca Juga: Mahasiswa ITS Kembangkan Zat Aditif Pelumas Mesin Kapal
Lanjut Rifqi, mobil besutan tim chem-e-car pertama di Indonesia yang berbahan bakar reaksi Hidrogen Peroksida (H2O2) ini menggunakan Ferri Klorida (FeCl3) sebagai katalisator. Dengan begitu, konsentrasi H2O2 yang digunakan dapat diturunkan dari yang mulanya 30% menjadi 15%.
“Meskipun demikian, energi yang dihasilkan dari reaksi H2O2 tidak mengalami penurunan,” klaim mahasiswa Departemen Teknik Kimia ITS ini dikutip dari website resmi ITS, Jumat (27/9/2019).
Baca Juga: Kakek Gondo, Wisudawan Tertua ITS yang Lulus Berpredikat Cumlaude
Selain itu, volume H2O2 yang digunakan pun mengalami penurunan. Untuk mencapai jarak 30 meter hanya memerlukan H2O2 sebanyak 65 mililiter. Fakta ini sangat menguntungkan jika dibandingkan mobil generasi sebelumnya yang menghabiskan lebih dari 100 mililiter.
