Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Profesi Akuntansi Terancam Punah? Ini yang Harus Dipersiapkan

Maghfira Nursyabila , Jurnalis-Selasa, 24 September 2019 |19:49 WIB
Profesi Akuntansi Terancam Punah? Ini yang Harus Dipersiapkan
Ikatan Alumni Akuntansi. (Foto: Okezone/Dok. UI)
A
A
A

JAKARTA - Saat ini, sedang tren terkait revolusi industri 4.0 yang dipicu oleh perkembangan pesat di bidang teknologi komunikasi, informasi dan internet.

Selain itu, society 5.0 sebagai respon terhadap industri 4.0 yang didominasi oleh mesin dalam seluruh aspek aktivitas manusia dapat menimbulkan permasalaham sosial dan hilangnya humanisme.

Presiden RI, Joko Widodo juga mengingatkan tantangan industri 4.0 menjadikan salah satunya persaingan semakin ketat dan kemampuan bisa runtuh.

Baca Juga: Dari 7 Orang, Inilah 3 Calon Rektor Berebut Kursi Nomor Satu UI

Hal ini, sama dengan profesi Akuntan. Setidaknya 15 juta pekerjaan akan lepas ke orang-orang teknologi pada tahun-tahun yang akan datang, 59% pemilik usaha kecil tidak akan membutuhkan lagi Akuntan dalam 10 tahun ke depan, konsep reporting analisis bisa mengalami perubahan & makanya profesi yang bisa tergantikan oleh AI ialah Akuntan.

“Maka yang harus dilakukan oleh Akuntan pada generasi milenial di antaranya memperkuat keahlian (mastering skills), membuka wawasan (opening mind), dan menanamkan nilai & etika yang kuat (instilling strong values & ethics) untuk dapat bertahan menghadapi perubahan dan terus memberikan kontribusi terhadap peradaban,” ucap Kepala Direktorat Penelitian dan Pengembangan BPK RI Dwi Setiawan Susanto seperti dikutip dari laman UI, Rabu (24/9/2019).

Akuntan menurutnya, profesi strategis yang memerlukan long range vision tidak hanya andal dengan data dari masa lampau namun juga memiliki pandangan jauh ke depan. Perubahan peran Akuntan ke depan di antaranya providing insights from data, becoming an advisor, partnering with technology, and expanding into new areas.

Baca Juga: 7 Calon Rektor Berebut Kursi Nomor Satu UI

Dalam digital business terdapat perubahan cara pandang dan penilaian terhadap balance sheet yang terdiri dari high asset-high value terhadap industrial company invest on tangible assets dan less asset-very high value terhadap digital company invest on intangible investment yang artinya tinggi rendahnya nilai hard asset tidak linier dengan valuasi perusahaannya serta valuasi ini tidak nampak pada neraca laporan keuangan konvensional.

Sebuah penelitian menemukan bahwa intangible investment telah melampaui asset tetap berwujud sebagai jalan utama penciptaan modal bagi perusahaan di Amerika.

“IAI menyiapkan Akuntan Profesional Indonesia khususnya generasi milenial dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0 dengan memberikan ujian CA mencakup mata ujian sistem informasi dan pengendalian internal dengan kondisi kekinian (teknologi & proses bisnis yang relevan) sehingga diharapkan dapat membekali Akuntan,” jelasnya.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement