SOLO - Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu memberikan kuliah umum perdana di Universitas Sebelas Maret (UNS). Meski pensiunan jenderal, dengan gaya bahasa anak milenial, Menhan menekankan agar 8.639 orang mahasiswa baru UNS tidak terpengaruh dengan kelompok-kelompok yang ingin mengubah Pancasila dan NKRI.
Dia mengambil perumpaan binatang buas Macan. Dimana, ungkapnya, seganas-ganasnya macan, tidak mungkin, macan itu membunuh anaknya sendiri.
"Tapi perumpaan itu tidak berlaku seperti kejadian di Jawa Timur. Di mana ada seorang ibu yang dengan tega mengajak dua anaknya menyongsong bom. Seharusnya ibu itu takut begitu pula anaknya. Tapi nyatanya tidak, kenapa bisa begitu, karena mindset telah berubah," terang dia yang disambut tepuk tangan para mahasiswa baru UNS, Selasa (13/8/2019).

Padahal, pada awal menikah, ungkap dia, semuannya ingin cepat-cepat dikaruniai seorang anak. Bahkan rela berobat kemana-mana untuk mendapatkan anak. Bila upaya itu gagal, alternatifnya mengadopsi anak.
"Begitu punya anak, namannya seorang ibu itu sangat sayang sekali dengan anaknya. Berbulan-bulan bertahun-tahun sayang banget dengan anaknya. Tapi begitu mindset berubah, termakan oleh ajaran yang tidak benar semuannya itu sirna," ujarnya.
Baca Juga: UNS Bangun Klinik Gagal Jantung Pertama di Jateng
Karena itulah, usai kuliah umum terbuka, Menhan mengatakan apa yang disampaikan dihadapan para mahasiswa UNS ini bukan sekedar kuliah umum biasa.