Menurutnya, orang Indonesia itu belum makan kalau belum makan nasi. Sekalipun ada nasi itu adalah nasi merah dan menurutnya itu kurang cocok untuk lidah Indonesia. Mau tidak mau Rosyid pun saran dan makan siang dengan roti tersebut. Beruntungnya, dia membawa sambal kacang dari Indonesia yang selalu dia bawa dalam saku selama di Polandia.
“Jadi saat ada jamuan makan saya keluarkan sambal kacang. Kemudian saya campur air hangat dan dimakan bersama roti. Saya jadi bahan tertawaan saat makan bersama karena makan roti tidak seperti umumnya. Kadang di kamar saya masak mi instan, saya bawa setengah kardus,” lanjut Rosyid dilansir dari akun resmi Universitas Jember, Senin (12/8/2019).
Tidak hanya perbedaan makanan saja, tetapi perbedaan salat juga membuatnya sedikit kesulitan. Pasalnya, ia mengaku bahwa perbedaan Indonesia dengan Polandia membuat Rosyid pernah ketinggalan waktu sholat. Hal itu dikarenakan bahwa di Polandia sedang musim panas sehingga waktu malam jauh lebih pendek dari pada siang hari.
(Rani Hardjanti)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik