Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kuliah Sambil Jualan Ayam Goreng, Modal Awalnya Rp500.000

Rani Hardjanti , Jurnalis-Sabtu, 03 Agustus 2019 |10:11 WIB
   Kuliah Sambil Jualan Ayam Goreng, Modal Awalnya Rp500.000
Foto: Ayam Goreng (Dok UGM)
A
A
A

Melihat kondisi itu Latif pun memutar otak, memutuskan untuk banting setir mengganti menu makanan yang dijual. Akhirnya diputuskanlah Chicken Cheetos menjadi menu utama yang ditawarkan Kedai Kiwae sejak berpindah lokasi ke Jalan Agro No.3, Catur Tunggal, Depok, Sleman atau di seberang kampus Prodi Perikanan UGM.

Dia melihat saat ini Chicken Cheetos menjadi menu baru yang digandrungi masyarakat terutama kaum milenial. Oleh sebab itu, dia pun mulai mencoba peruntungan menjual ayam goreng cheetos ini. Selain itu, juga tersedia menu sate crispy.

Tak berhenti di situ, Latif juga menjalankan katering dalam kedainya dengan beragam menu dengan kocek mahasiswa senilai Rp12 ribuan.

Latif dan tim Kiwae sangat optimis usahanya ini akan berkembang dengan pesat di tahun 2020. Usaha ini cukup menjanjikan karena dalam satu tahun berdirinya usaha ini sudah memiliki banyak penghargaan, salah satunya menjadi juara 2 Kompetisi Mahasiswa Indonesia yang diselenggarakan Ristekdikti tingkat Nasional, serta menjadi mahasiswa pertama yang bisa masuk 10 besar Foodstartup Indonesia 2018 dengan pesaing pebisnis kuliner dengan brand yang sudah besar seperti Coklat Ndalem, Momo ice cream, dan Tempe Krezi.

“Kita juga berencana buka franchise pada bulan September 2019 depan. Namun, saat ini list antrean kemitraan Kiwae sudah cukup banyak,” ujar pria yang berasal dari di Pogung Dalangan, Sleman ini.

Dalam menjalankan bisnis, dia dibantu oleh tiga teman kuliahnya di UGM. Bisnis yang dijalankannya juga mendapatkan dana bantuan pengembangan usaha melalui Program Wirausaha Mahasiswa UGM. Dari usahanya itu kini Latif mampu membuka lapangan perkerjaan serta aktif melakukan kegiatan sosial seperti kemitraan dengan UMKM sekitar, petani, dan peternak. Kiwae juga aktif membuat kegiatan positif di kedai antara lain kajian dan sedekah ilmu.

“Kiwae memiliki visi untuk menjadi perusahaan rumah makan dan katering dengan pelayanan nomor 1 di dunia dan berbasis sosial. Tujuan kami berwirausaha bukan sekadar untuk memperkaya diri, namun untuk memberikan manfaat yang luas,” pungkasnya.

(Rani Hardjanti)

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement