JAKARTA - Kuliah sambil menjalankan usaha dilakoni oleh Latifriansyah Usman Ali, seorang mahasiswa Prodi Teknik Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM). Bermodalkan Rp500 ribu, mahasiswa angkatan 2014 ini menjalankan usaha ayam goreng.
Latifriansyah membuat kedai yang dinamakan Kedai Kiwae dengan menu andalannya adalah ayam goreng kekinian Chicken Cheetos “Chikitos”. Potongan ayam yang dibalur dengan remahan Cheetos memunculkan sensasi yang berbeda dalam menyantap ayam goreng. Ayam goreng ini memiliki tingkat kepedasan dari level 1-5. Harganya dibandrol jual mulai dari Rp12 ribu-Rp89 ribu.
“Kita jalankan usaha kuliner yang menawarkan makanan baru dan tengah digemari masyarakat,” tuturnya, seperti dikutip dari laman UGM, Sabtu (3/8/2019).
Baca Juga: Jarang Ditemukan, Peluang Bisnis Kolak Roti Terbuka Lebar
Latif menceritakan, awal mula memulai perjalanan usaha bermodalkan sekitar Rp500 ribu yang didapat dari perjuangannya sebagai pemulung sampah. Beberapa usaha sudah dicoba oleh Latif sejak tahun 2014. Kala itu, tepatnya di tahun 2017, Kiwae mulai dirintis dengan berjualan langsung dari satu acara ke acara lain.

Kala itu menu utamanya adalah sate taichan dalam berbagai olahan. Bisnis yang dikembangkannya pun berjalan lancar dan mendapat respons positif dari masyarakat. Akhirnya dia memberanikan diri untuk membuka kedai foodcourt yang berlokasi di Jalan Pramuka, Yogyakarta. Tidak sampai enam bulan, Kiwae pindah ke daerah Nologaten, sekitar Ambarukmo Plaza Mall.
“Waktu itu sate taichan lagi ngehits banget jadi kita bisa dapat omset sekitar Rp80 juta per bulannya,” ungkapnya.
Baca Juga: Meraup Untung dari Brownies Berbentuk Martabak
Sate taichan memang sukses menjadi tren kuliner di tahun 2017. Namun, seiring berjalannya waktu peminat makanan ini kini mulai meredup dan berkurang termasuk konsumen di Kedai Kiwae.
Melihat kondisi itu Latif pun memutar otak, memutuskan untuk banting setir mengganti menu makanan yang dijual. Akhirnya diputuskanlah Chicken Cheetos menjadi menu utama yang ditawarkan Kedai Kiwae sejak berpindah lokasi ke Jalan Agro No.3, Catur Tunggal, Depok, Sleman atau di seberang kampus Prodi Perikanan UGM.
Dia melihat saat ini Chicken Cheetos menjadi menu baru yang digandrungi masyarakat terutama kaum milenial. Oleh sebab itu, dia pun mulai mencoba peruntungan menjual ayam goreng cheetos ini. Selain itu, juga tersedia menu sate crispy.
Tak berhenti di situ, Latif juga menjalankan katering dalam kedainya dengan beragam menu dengan kocek mahasiswa senilai Rp12 ribuan.
Latif dan tim Kiwae sangat optimis usahanya ini akan berkembang dengan pesat di tahun 2020. Usaha ini cukup menjanjikan karena dalam satu tahun berdirinya usaha ini sudah memiliki banyak penghargaan, salah satunya menjadi juara 2 Kompetisi Mahasiswa Indonesia yang diselenggarakan Ristekdikti tingkat Nasional, serta menjadi mahasiswa pertama yang bisa masuk 10 besar Foodstartup Indonesia 2018 dengan pesaing pebisnis kuliner dengan brand yang sudah besar seperti Coklat Ndalem, Momo ice cream, dan Tempe Krezi.
“Kita juga berencana buka franchise pada bulan September 2019 depan. Namun, saat ini list antrean kemitraan Kiwae sudah cukup banyak,” ujar pria yang berasal dari di Pogung Dalangan, Sleman ini.
Dalam menjalankan bisnis, dia dibantu oleh tiga teman kuliahnya di UGM. Bisnis yang dijalankannya juga mendapatkan dana bantuan pengembangan usaha melalui Program Wirausaha Mahasiswa UGM. Dari usahanya itu kini Latif mampu membuka lapangan perkerjaan serta aktif melakukan kegiatan sosial seperti kemitraan dengan UMKM sekitar, petani, dan peternak. Kiwae juga aktif membuat kegiatan positif di kedai antara lain kajian dan sedekah ilmu.
“Kiwae memiliki visi untuk menjadi perusahaan rumah makan dan katering dengan pelayanan nomor 1 di dunia dan berbasis sosial. Tujuan kami berwirausaha bukan sekadar untuk memperkaya diri, namun untuk memberikan manfaat yang luas,” pungkasnya.
(Rani Hardjanti)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik