Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Atasi Limbah Zat Warna, 5 Sekawan ITS Sabet Medali Emas Olimpiade IImiah

Rani Hardjanti , Jurnalis-Jum'at, 02 Agustus 2019 |17:07 WIB
Atasi Limbah Zat Warna, 5 Sekawan ITS Sabet Medali Emas Olimpiade IImiah
Foto: Mahasiswa ITS Juara Olimpiade Sains
A
A
A

JAKARTA - Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menunjukkan keunggulannya di kancah dunia. Kali ini, sekelompok mahasiswi ITS yang mengangkat permasalahan lingkungan dengan menciptakan teknologi pengolahan limbah zat warna berhasil meraih medali emas di ajang World Invention Creativity Olympic (WICO) pada 25-27 Juli 2019 di Seoul, Korea Selatan.

Mereka adalah Stella Jovita, Febrilia Agar Pramesti, Badzlin Nabilah, Nur Azizatun Nida, dan Tsabita Ariba. Sekelompok mahasiswi dari Departemen Kimia, Fakultas Sains ITS ini melakukan penelitian dan menciptakan teknologi pengolahan limbah zat warna. Mereka memanfaatkan ampas tebu dari limbah es tebu yang banyak dijumpai di pinggir jalan.

Baca Juga: Lowo Ireng Reborn & Limosin, Mobil Listrik Karya Mahasiswa ITS yang Telah Disempurnakan

Ampas tebu tersebut mereka pirolisis dan diaktivasi dengan asam fosfat menjadi karbon aktif. “Karbon aktif tersebut lah yang kami gunakan sebagai penyerap dari limbah zat warna,” ungkap Stella Jovita, yang ditunjuk sebagai ketua tim.

Tim mahasiswa ITS saat berada di booth pameran di ajang ajang World Invention Creativity Olympic (WICO), Seoul, Korea Selatan.

Ajang WICO sendiri merupakan olimpiade ilmiah yang diselenggarakan oleh Korea University Invention Association (KUIA). Ajang ini merupakan festival kreativitas dan inovasi teknologi baru yang berguna bagi dunia. Pada tahun ini, ajang tersebut diikuti lebih dari 1.000 orang dari 20 negara di seluruh dunia.

Baca Juga: Supercar Lowo Ireng Kembangkan Varian Mobil Listrik

Stella menceritakan bahwa teknologi yang timnya kembangkan ini sudah diteliti sejak tahun lalu. Namun persiapan untuk mengikuti ajang WICO ini hanya sebulan sebelum perlombaan. Ia sendiri mengakui bahwa persiapan tersebut terbilang sedikit karena mereka harus membagi waktu antara menyelesaikan tugas akhir dan persiapan lomba.

“Kami tentunya berusaha bekerja ekstra dan saling mendukung satu sama lain saat masa persiapan tersebut,” jelas mahasiswi angkatan 2015 ini.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement